Sukses

Lifestyle

5 Cara Agar Kamu Menjadi Pendengar yang Baik

Fimela.com, Jakarta Setiap hari kamu pasti berbicara dengan orang lain. Mulai dari bangun di pagi hari hingga menjelang tidur. Berbicara merupakan kebutuhan dan unsur penting dalam berkomunikasi. Tapi ada satu unsur lagi yang juga tak kalah penting, yaitu mendengarkan. Bukan hanya sekadar mendengar orang lain, lalu kamu memberikan umpan balik. Tapi mendengarkan juga merupakan salah satu cara yang paling baik untuk belajar. 

Para pakar komunikasi, seperti yang dilansir dari majalah Entrepreneur, sepakat bahwa mendengarkan justru menguras tenaga lebih banyak dari pada berbicara. Ketika kamu sedang berhadapan dengan klien VIP, kamu pasti mendengarkannya dan menanyakan setiap keluhan, hingga kamu memastikan semuanya berjalan dengan baik. 

Selain itu, kamu pasti tertarik pada orang-orang yang memperlakukanmu secara istimewa, dan ketika apa yang kamu sampaikan benar-benar didengarkan orang lain, kamu akan merasa sangat teristimewakan. Karena itu, kamu pun harus melakukan hal yang sama kepada orang lain. Berikut ini lima cara meningkatkan kemampuan mendengarmu agar dihormati orang lain. 

Mendengarkan bukan saja menggunakan telinga. Mungkin kebanyakan orang hanya mendengarkan dengan telinga. Tidak salah memang, karena telinga adalah indra untuk mendengar. Tapi, ketika kamu ingin orang lain tahu kalau kamu sedang benar-benar mendengarkan, kamu jangan hanya menggunakan telingamu. Mata pun harus ikut 'mendengarkan.' Artinya, lihatlah orang yang sedang berbicara baik-baik. Tapi jangan langsung menatap pada matanya. Karena akan membuat orang tersebut tidak nyaman. 

Tersenyumlah. Ketika kamu mencoba untuk mendengarkan dengan baik, cobalah untuk tersenyum. Ini akan membuat perasaan orang yang sedang berbicara akan lebih nyaman. Sehingga mereka yakin,  semua keluhan sudah kamu dengarkan dengan baik dan pihak kantormu akan memperbaikinya. 

Jangan tegang. Banyak orang yang saking ingin menunjukkan kepada orang lain kalau mereka sedang mendengarkan, wajahnya menjadi tegang. Kalau sudah begini, kamu mungkin akan terdorong untuk bersedekap, serta menunjukkan sikap yang kurang enak dilihat. Santailah, jangan tunjukkan kalau kamu seakan-akan tidak nyaman saat mendengarkan. 

Hati-hati dengan gestur gugup. Banyak tanda kalau kamu sedang gugup. Seperti memegangi perhiasan, baju, atau merapikan rambutmu. Selain itu, orang yang gugup akan cenderung memainkan pulpen, menggoyang-goyangkan kaki, dan sering berdeham. Karena itu, hindari tanda-tanda ini yang bikin kamu terlihat gugup. 

Bertanyalah. Untuk memberi tanda kalau kamu benar-benar mendengarkan, cobalah untuk menyimak dengan antusias. Antusiasme ini bisa terlihat dari feedback yang kamu berikan. Kalau kamu hanya berkata "oh, iya" saja, mereka yang berbicara padamu lama-lama akan gusar. Karena itu, cobalah memberikan feedback dengan bertanya. Rasa ingin tahu tentang apa yang sedang dia bicarakan juga merupakan tanda kalau kamu menyimak dengan baik. 

Dengan melakukan kelima hal di atas, kamu pasti sukses meyakinkan orang lain, terutama klien pentingmu kalau kamu benar-benar mendengarkan mereka. Tapi jangan sampai kamu hanya bersikap seperti ini pada klien VIP saja. Kamu juga harus selalu mendengarkan orang lain agar kamu pun bisa belajar dari mereka. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading