Sukses

Lifestyle

Astrid Tiar Jatuh Hati Pada Squash

Vemale.com - Lama tak terlihat di jagad hiburan Indonesia, Astrid Tiar didapuk sebagai pengganti Luna Maya pada salah satu acara musik di sebuah stasiun TV. Meski hampir tak punya waktu, wanita yang tengah tertarik pada bidang hukum pidana ini tetap meluangkan waktunya untuk berolahraga. Squash adalah olahraga rutin yang dijalani sejak 2004. Ceritanya pun tak disengaja. Yaitu saat ia sedang jogging mengelilingi gelora Senayan. Astrid memilih squash karena lapangannya saat itu kosong dan ia langsung bisa main! Berikut petikan wawancara FITNESS dengan wanita kelahiran 12 Juli 1986 ini. Anda memang suka olahraga? Saya olahraga karena membutuhkan, bukan karena hobi. Sekitar umur 10-13 tahun, saya atlet renang. Saya sudah berlatih sejak 6 tahun. Bahkan, saya pernah menjuarai kejuaraan renang gaya punggung 200 m untuk kategori puteri. Itu adalah prestasi pertama dan juga terakhir. Ha...ha...ha... Kenapa berhenti? Dilarang oleh ayah. Salah satu teman ada yang meninggal karena kram di air. Waktu itu saya masih SMP. Ayah mengajari berenang, beliau juga yang menyuruh saya berhenti. Mengapa Anda butuh olahraga? Secara teori, olahraga pasti bikin sehat. Tapi benar, tubuh jadi lebih segar rasanya. Seminggu sekali saya pasti main squash. Kenapa pilih squash? Kebetulan. Jadi saya sedang jogging di Senayan hari Sabtu. Saya datangi kolam renang penuh. Diving dan basket juga penuh. Satu-satunya lapangan yang kosong tidak mengantri dan langsung main adalah squash. Ya sudah, saya ikut main. Biasanya main squash sendiri atau ada teman? Dulu waktu masih punya pacar, saya sering main bersama. Tapi setelah putus, ya sendiri. Tapi, saya kenal squash bukan karena pacar, lho! Saya sudah main sejak tahun 2004. Mengalami kesulitan? Squash ternyata sama sekali tidak mudah. Kalau lari dan basket selama setengah jam, saya masih bisa ambil napas. Kalau squash, napas langsung ngos-ngosan! Soal teknik bermain tidak terlalu mengalami kesulitan karena saya sering main tenis semasa kuliah. Saya memang bukan tergolong orang yang 'bergantung' pada satu olahraga saja. Jika sudah bosan tidak mendapat tantangan, saya akan pindah. Apa olahraga lain yang Anda lakukan? Sekarang sih, sudah tidak terlalu ya. Dulu semasa SMA, semua olahraga ekstrim saya coba. Mulai dari wall climbing, paragliding, arung jeram, sampai diving dan snorkling. Nyali saya juga gila. Saat wall climbing maunya turun dengan kepala di bawah lebih dulu. Diving dan snorkling tidak pakai oksigen. Begitu naik ke darat langsung mimisan, he..he..he... Luar biasa deh, nyali saya dulu. Saya memang punya license untuk diving. Tomboy berat, saya dulu. Sekarang nyalinya sudah hilang, ha..ha..ha.. Menurut Anda, olahraga membentuk karakter atau sebaliknya? Saya rasa, seseorang memilih olahraga yang sesuai dengan karakter. Tapi saya sendiri bingung kalau ditanya tentang karakter saya. Intinya, saya hidup menjalankan yang baik, memberikan kasih pada sesama, dan menjauhi larangan Tuhan. Itu saja. Cerita dong kegiatan Anda saat ini! Sekarang, saya sedang dalam tahapan persiapan syuting sebuah film. Sayangnya, saya belum bisa beri tahu judulnya. Sebenarnya sih, saya ingin jadi dosen. Saya tertarik pada hukum pidana. Mengapa tertarik pada hukum pidana? Bidang ini berhubungan dengan pembuktian, tidak bisa kamuflase. Belajar hukum membuat hidup saya berubah. Mulai tutur kata, cara memandang orang, cara bertingkah laku, semuanya berubah. Apalagi kalau kita baca KUHP. Wah, bikin gemetaran. Semua rasanya jadinya salah. Pernah punya masalah kesehatan? Rasanya tidak. Saya seumur hidup baru sekali dirawat di rumah sakit karena demam berdarah! Hmm... rahasia stamina Anda? Kalau boleh memberi tip, kunci biar tidak sakit adalah jangan stres. Segala sesuatu itu kuncinya terletak di pikiran. Saya punya 5 tip antistres: berdoa, berserah, bersyukur, beriman dan berusaha. Ini saya dapat turun temurun dari keluarga. Salah satu Ompung saya usianya 90 tahun, masih bisa diajak ngobrol dan nyetir sendiri. Tipnya cuma 3: minum air putih, olahraga dan tertawa. Pada dasarnya setiap orang pasti punya problem. Tapi, cobalah untuk enjoy, santai saja. Olahraga bisa menghilangkan masalah? Sangat. Kalau saya sedang sebel sama seseorang atau sesuatu, pukulan saya (saat main squash) makin kencang, ha...ha...ha... Jika tak ada teman, apakah Anda malas berolahraga? Tidak pernah. Kegiatan apapun dalam hidup mulai dari olahraga, nonton, makan kalau tidak ada teman, saya bisa lakukan sendiri. Apalagi saya tipe pribadi yang tidak bisa diam. Kalau diam, hidup rasanya berhenti. Di luar syuting, ada kegiatan lain? Lebih banyak sosial. Saya senang ikut salah satu dosen yang punya banyak kegiatan sosial. Saya percaya ilmu tidak hanya didapat di kampus atau sekolah. Di luar malah lebih banyak yang bisa dipelajari. Saya merasa positif kalau tetap aktif. Keinginan Anda yang belum terpenuhi? Saya punya mimpi, bila punya banyak uang ingin membuat panti jompo. Saya merasa, kita sering mengabaikan kebahagiaan orang-orang yang sudah tua. Banyak kakek nenek, oma opa yang kesepian, tidak punya kegiatan, sementara anak cucunya sibuk bekerja. Pasti merasa sepi. Saya ingin, nantinya panti jompo itu bisa berfungsi sebagai tempat sosialisasi dan pusat aktivitas bagi orang tua. Di situ mereka bisa ngobrol dengan teman seumur, bermain golf, main kartu, apapun itu. Terinspirasi dari mana? Dari para oma dan opa. Entah mengapa, saya dicintai semua oma opa. Omanya teman sering menanyakan saya kalau sudah lama tidak bertemu. Mereka (oma opa) itu senang kalau ditemani, diajak mengobrol oleh saya. Sampai kini, ada salah satu oma mantan pacar yang masih mencintai saya. Walau saya sudah tidak lagi pacaran dengan cucunya, ha..ha..ha.. [initial] Source: Fitness Edisi September 2010, Halaman 12 (Fitness/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    Loading