Sukses

Lifestyle

Let’s Make Dream Come True I

Vemale.com - Mimpi apa semalam? Menyenangkan atau malah justru sebaliknya, menyedihkan? Saking terasa nyata, saat terbangun Anda sampai bersimbah air mata! Anda pasti jadi bertanya-tanya adakah makna di balik mimpi tersebut? Banyak penelitian menyebutkan mimpi tak sekadar bunga tidur, tapi punya manfaat bagi jiwa. Mimpi kencan bareng superstar? Atau mimpi berlayar mengarungi samudera? Jangan hanya menganggap itu adalah mimpi kosong atau bunga tidur belaka. Karena, saat ini banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat mimpi dalam kehidupan. Kehadiran mimpi dalam tidur adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia. Bahkan, bayi di dalam perut ibu pun mengalami mimpi. “Setelah bayi lahir, 50 persen mengalami tidur aktif dan 50 persen tidur non-aktif,” papar Dr. Andreas Prasadja, RPSGT Sleep Physician di RS Mitra Kemayoran, Jakarta. Setiap hari, manusia bisa bermimpi 4 sampai 5 kali dalam semalam. Siklus tidur seseorang itu bertahap dan naik-turun berulang kali. Hanya saja, terkadang Anda tidak ingat mimpi yang Anda alami. “Yang diingat umumnya yang berkesan. Misal, ketemu dengan mantan pacar. Saat bangun pasti terlihat senyum bahagia atau malah justru sebaliknya, menangis bombay saat diputuskan pacar,” jelasnya. Dalam mimpi, seperti ada muatan emosional yang dirasakan secara nyata. Menurut Andreas, tanda seseorang bermimpi adalah ada gerakan pada bola mata saat tidur. Dalam bukunya The Interpretation of Dreams, pakar psikoanalis Sigmund Freud mengatakan bahwa mimpi merupakan pesan alam bahwa sadar yang abstrak terhadap alam sadar. Pesan itu berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Hal itu diamini oleh Dr. Andreas. Menurutnya, mimpi merupakan media untuk mengeluarkan emosi terpendam dengan cara aman. Tak heran bila mimpi dapat mengurangi stres atau tekanan yang mungkin Anda alami dalam kehidupan sehari-hari. Mimpi dan Kreativitas Banyak orang terkenal dan sukses, rata-rata diilhami oleh mimpi. Seperti lagu Yesterday ciptaan Paul McCartney yang terkenal, ternyata terinspirasi dari mimpi. Selain itu banyak seniman berhasil menciptakan aliran lukisan dan patung yang berasal dari mimpi. “Ketika seseorang tidur dan bermimpi, maka kemampuan otak berkembang dari segi kognitif, emosional dan mental. Hal ini amat berpengaruh pada tingkat produktivitas serta kreativitas seseorang. Di sini pula terbentuk kemampuan konsentrasi, analisa dan mengingat,” jelas pria yang mengambil studi tentang tidur di Amerika Serikat ini. Jadi, ketika bermimpi banyak sekali kemampuan yang terasah. Misalnya kemampuan bermain piano, melukis, berolahraga, menari. “Terjadi peningkatan skill dan konsolidasi memori. Itu baru sebagian dari manfaat mimpi,” tambahnya. Mimpi terjadi di daerah batang otak kemudian menyebar ke areal korteks dan sifatnya random. Terkadang, tumpang tindih dan seringkali absurd, karena itu bentuknya berupa simbol-simbol. Misal ketika sedang deadline, lalu Anda mimpi dikejar-kejar anjing. Bisa jadi, makna itu memiliki arti sedang dikejar sesuatu atau pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat. Menurut Andreas, arti simbol itu sifatnya lebih personal. Misalnya, Anda bermimpi berada di gurun pasir. Bisa saja maknanya Anda sedang dalam kesendirian atau merasa terasing di lingkungan yang baru. Namun, bagi orang lain mungkin maknanya berbeda, bisa pergi ke tanah suci atau naik haji. Atau bagi orang Arab mungkin artinya lain lagi: pulang ke kampung halaman. Saat ini, di negara-negara barat, mimpi telah menjadi solusi berbagai masalah. Mimpi yang terjadi berkaitan erat dengan kehidupan nyata. Seperti yang ditulis oleh Lauri Quinn Loewenberg, seorang dream analyst sekaligus pengarang buku Cracking The Dream Code. Ia menjelaskan bahwa mimpi merupakan gambaran atau simbol adanya masalah. Jadi, Anda dapat mempelajari simbolnya agar Anda dapat mengambil sikap, saat melihat tanda bahaya bahkan menemukan inspirasi besar yang muncul. Menurut Lauri yang bergabung dalam International Association for the Study of Dreams, mimpi bukanlah omong kosong semata. Namun, saat bermimpi ternyata otak bekerja lebih dalam dan menyelami hingga level paling dalam ketimbang saat kita sadar. Mimpi ini dapat membantu Anda dalam menyelesaikan masalah. [initial] Source: Fitness Magazine, Edisi November 2011, Halaman 83
(Fitness/miw)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading