Sukses

Lifestyle

6 Langkah Beranjak Dari Kegagalan Hubungan

Siapapun pernah merasa disakiti orang lain. Lebih buruknya, orang itu adalah orang yang sangat kita cintai. Mereka menyakiti dan pergi dengan menyisakan kita yang tinggal separuh jiwa saja karena begitu sakitnya yang kita rasakan. Anda mungkin jadi hampa, merasa sepi, marah. Kadang Anda lupa tidur dan lupa makan.

Begitu sulitnya proses melepaskan diri dari kegagalan hubungan kita. Anda merangkak dengan sekuat tenaga membawa diri untuk tetap hidup meski kadang-kadang Anda seperti mati rasa. Anda sedang dalam perjalanan untuk melepaskan diri dari trauma masa lalu. Namun bagaimana untuk bisa memaafkannya?

Bagaimanapun susahnya move on, Anda tetap harus belajar kembali untuk melepaskan. Belajar kembali untuk bahagia. Karena Anda harus terus hidup dan melanjutkan mimpi-mimpi Anda. Beranjaklah dari rasa sakit dan rasa marah itu dan Anda akan bisa beranjak dari penderitaan Anda sekarang.

1. Tinggalkan

Anda harus beralih dari kesedihan dan dendam ini. Membalas dendam hanya akan membuat sebuah luka memiliki bekas yang lebih nyata daripada Anda meninggalkannya. Tinggalkan mereka dan rasa-rasa sakit yang mereka berikan. Tarik nafas dan langkahkan kaki untuk menyembuhkan diri.

2. Untung dan Rugi

Memaksa untuk move on memang bukan perbuatan yang menyenangkan, namun tidak berusaha untuk move on juga bukan hal yang baik.Lepaskan kata move on itu sejenak dan pikirkan untung ruginya Anda tetap seperti ini. Apakah dengan tetap merasa sakit atas kegagalan Anda maka mimpi-mimpi Anda tercapai? Apakah ini membuat Anda tidak bahagia? Apakah rasa sakit Anda mempengaruhi keluarga Anda? Pikirkan itu semua dan simpulkan apakah Anda menerima banyak manfaat dengan tetap berada di tempat Anda sekarang.

3. Sadari Anda Punya Pilihan

Anda tidak bisa mengendalikan sikap orang lain dan bahkan tidak perlu mencobanya. Tapi Anda bisa mengendalikan sikap Anda, pemikiran Anda. Semua kekuatan untuk menyembuhkan diri ada di tangan Anda, hanya saja perlu waktu untuk terbiasa melakukannya.

4. Empati

Posisikan diri Anda sebagai orang yang melakukan sesuatu yang pernah menyakiti Anda. Pikirkan bila Anda menjadi dia dan Anda tahu alasannya, apakah Anda pikir dia orang yang buruk? Bagaimana perasaannya setelah dia melakukan hal tersebut? Bagaimana perasaannya sekarang? Anda tidak perlu mengatakan apakah yang ia lakukan salah, tapi mencoba mengerti situasinya.

5. Sadari Tanggung Jawab Anda

Anda bukan hanya menjadi korban dalam masalah Anda, namun Anda merupakan pemeran dalam kehidupan. Jadi Anda menjalankan peran tersebut dan kini saatnya Anda bersiap untuk peran selanjutnya. Anda bukan sedang berakting, melainkan fokus pada tanggung jawab hidup Anda saat ini dan masa depan.

6. Damai dan Terarah

Ijinkan kedamaian itu memasuki diri Anda, karena Anda tidak akan menyesal sedikit pun saat mereka datang. Kedamaian akan membuat Anda tenang dan bisa menentukan ke mana Anda akan melangkah. Bila Anda sudah mencapai hal ini, selamat menjalani hidup baru Anda.

Memaafkan masa lalu memang tidak mudah, namun tidak memaafkannya juga tidak mempermudah hidup Anda sendiri. Semoga tuntunan di atas bermanfaat dan get back your happiness.

(vem/gil)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading