Sukses

Lifestyle

Makanan Aneh Yang Wajib Dicoba Saat Keliling Dunia

Kalau suatu hari nanti Anda berkesempatan untuk keliling dunia, apa yang akan Anda lakukan?

Berfoto, mengunjungi tempat-tempat tersohor, menginap di tempat yang keren, berbelanja, dan jangan lupa untuk mencicipi aneka makanan yang terkenal di sana. Tetapi tidak cukup seru ternyata kalau Anda tidak mencoba ekstrim kulinernya. Uniknya, setiap negara punya menu-menu yang dianggap aneh dan menantang adrenalin untuk mengonsumsinya.

Sebut saja di Indonesia, banyak sekali makanan yang menantang adrenalin, seperti kelelawar yang dimasak sebagai paniki di Manado, daging ular kobra, sate komodo, sate penyu dari Bali, ulat sagu yang gemuk dan juicy dari Ambon, sate daging tupai, dan lain sebagainya. Apakah Anda sudah pernah mencobanya? Bagaimana rasanya menurut Anda?

Ada yang bilang menu-menu itu tak seseram nama dan wujudnya. Contohnya saja paniki, yang apabila dimasak pedas, ternyata rasanya sangat lezat dan bahkan lebih lembut daripada daging bebek. Atau sate daging tupai, yang karena kegemaran hewannya makan buah kelapa, maka dagingnya beraroma harum, empuk serta lembut. Jauh dari bayangan hewan penuh bulu yang aktif melompat ke sana kemari itu.

Dan berbeda negara, berbeda pula menu makanan ekstrim kulinernya. Kalau Indonesia kaya akan ragam ekstrim kuliner, negara lain pastinya juga punya menu-menu menantang yang bikin Anda mengernyitkan dahi, merasa langsung kenyang, atau langsung menutup hidung dan mulut rapat-rapat. Namun yang jelas, Anda wajib mencoba aneka makanan ini. Karena kabarnya, rasanya lezat dan tak seperti nama atau penampakannya.

BACA JUGA:

Berani Wisata ke Pulau Iblis?

10 Fakta Unik Seputar Seks Yang Bikin Kaget

Makan 12.000 Burger Selama 30 Tahun, Pria Ini Tetap Sehat

Gadis Terimut di Dunia: Dia 27 Tahun Atau 7 Tahun?

5 Kisah Bunuh Diri Yang Berakhir Bahagia

(vem/bee)

Tong Zi Dan

Makanan ini berasal dari hasil budaya rakyat China, khususnya di kota Dongyang. Orang China punya beragam cara untuk menghasilkan menu yang lezat. Ada cara yang sederhana, ada yang unik, dan ada pula yang aneh.

Contohnya saja makanan yang satu ini. Di Dongyang, ada makanan berbahan dasar telur ayam yang disebut dengan nama Tong Zi Dan, atau apabila diterjemahkan berarti telur laki-laki. Mengapa disebut telur laki-laki?

Makanan ini sebenarnya terlihat seperti telur rebus biasa, tetapi uniknya, telur ini direbus tidak dengan cara pada umumnya. Telur ini justru direbus dengan air urine anak laki-laki yang belum menginjak masa puber. Urine-urine tersebut dikumpulkan dari SD-SD setempat.

Kulit telur kemudian sedikit diretakkan, sehingga urine bisa masuk ke dalam telur. Mereka lalu diangkat dan direndam di dalam kaleng, yang isinya juga bukan air bersih. Anehnya, rasa telur ini tetap lezat dan luar biasa. Sekalipun cara memasaknya agak menjijikkan dan bikin perut langsung terasa kenyang.

Soal kebersihan, hmmm... sebenarnya belum ada yang melakukan penelitian atasnya. Tetapi, bukankah di Indonesia juga ada terapi yang sejenis yang memanfaatkan air urine? Kalau nanti Anda penasaran, Anda coba saja sendiri ya...

Kopi Black Ivory

Kopi luwak adalah kopi yang terkenal asal Indonesia. Punya harga yang sangat mahal sekalipun dihasilkan dengan cara unik yang bikin enggan meminumnya. Uniknya, kopi luwak ini justru menjadi rebutan dan idola bagi para pecinta kopi. Katanya sih justru karena biji kopi diproses terlebih dahulu di dalam perut hewan luwak sebelum dikeluarkan, yang justru menyebabkan rasanya jadi istimewa.

Tak jauh berbeda dari kopi luwak, Maldive punya jenis kopi yang nyaris mirip. Disebut dengan nama black ivory coffee, kopi ini dihasilkan dari kotoran hewan gajah. Caranya sama seperti luwak, gajah terlebih dahulu diberi makan biji kopi, kemudian tak lama kemudian biji-biji kopi yang telah melalui proses di dalam perut gajah akan dikeluarkan melalui feses gajah.

Feses tersebut kemudian dikumpulkan oleh si penjaga, dan diambil biji kopinya. Biji-biji tersebut kemudian dibersihkan, dan diolah menjadi kopi yang istimewa. Yang aromanya sangat wangi.

Kopi jenis ini biasa dinikmati di Maldive, Thailand dan Abu Dhabi. Berminat mencoba saingan kopi luwak ini? Yuk terbang ke Thailand atau Maldive.

Fugu

Si Fugu atau ikan kembung adalah ikan yang dikenal sangat beracun. Saat musuh datang mendekat, ia akan mengembungkan diri dan mendadak tubuhnya yang mengembung dipenuhi dengan duri. Di sini, apabila si musuh nekat menyerang, ia akan tersengat racun dari duri-duri si ikan. Itulah sebabnya tak ada yang berani makan ikan jenis ini.

Tetapi bukan manusia namanya kalau tidak kreatif. Para nelayan Jepang malah menangkap ikan Fugu ini dan menjualnya ke restaurant untuk dikonsumsi. Ikan yang katanya beracun ini ternyata kalau benar cara mengolahnya akan memberikan menu makanan lezat dan nikmat.

Terlebih dahulu koki akan membersihkan bagian racunnya dari ovarium, liver dan saluran pembuangannya. Kemudian ikan ini diiris tipis-tipis dan disajikan pada piring yang ditata seperti bunga teratai. Tidak banyak ternyata orang yang bisa menyajikan ikan ini dengan baik, karena ternyata sudah ada 23 korban yang meninggal karena makan ikan Fugu.

Alhasil, menu yang satu ini dijual dengan harga yang sangat mahal. Bisa mencapai harga 1,2 juta rupiah sekali penyajian. Ya tentu saja harganya mahal, sebenarnya taruhannya juga nyawa selain merogoh kocek sebanyak jutaan rupiah itu. Apakah Anda berminat mencoba menu ini?

Tepa

Berkunjung ke kutub Selatan, tepatnya di Alaska Anda akan bertemu dengan orang-orang yang gemar menyajikan menu seafood. Di wilayah yang dingin ini, daging ikan memang cukup laku. Selain merupakan sumber makanan yang sangat mudah ditemukan, ikan juga menjaga agar suhu tubuh tetap hangat.

Namun, jangan membayangkan kalau ikan yang Anda makan akan seperti di restoran favorit Anda ya. Ikan yang satu ini tidak akan disajikan dalam menu bebakaran atau goreng-gorengan bahkan penyetan lengkap beserta sambal. Jangan pula membayangkan gulai kepala ikan yang bumbunya meresap hingga ke tulang-tulangnya.

Makanan yang satu ini sebenarnya disebut dengan nama Tepa, terbuat dari bahan dasar kepala ikan. Perlu diketahui, di Alaska orang tidak akan membuang bagian ikan, semua akan diolah dan dikonsumsi agar tidak ada yang terbuang sia-sia.

Kepala ikan salmon ini akan dimasukkan ke dalam sebuah kantung atau drum. Dibakar di dalam tanah dan dibiarkan mengalami proses fermentasi selama beberapa minggu. Setelah dirasa sudah waktunya matang, ia akan diambil dan disajikan.

Bisa ditebak kalau aroma menyengat dan tidak sedap akan keluar dari menu makanan yang satu ini. Ikan yang membusuk ini ternyata menjadi menu favorit bagi orang Alaska lho.

Shiokara

Apakah Anda pecinta masakan Jepang seperti sukiyaki atau ramen? Nah, kalau pergi ke Jepang Anda harus mencoba makanan yang satu ini.

Masih berbahan daging-dagingan, makanan yang disebut Shiokara ini dihasilkan dengan cara diasinkan serta dicampur dengan beberapa bagian dari jerohan ikan. Nah, sebelum kami melanjutkan, Anda bisa membayangkan terlebih dahulu kan bagaimana bentuk dan warna makanan ini?

Anda boleh meremehkannya, tetapi ternyata kabarnya makanan ini adalah makanan lezat berkelas. Di mana rasanya mirip dengan ikan anchovy. Ia biasa disajikan dengan minuman keras seperti wisky yang menetralkan aroma amis dari dagingnya.

Sayangnya tak banyak juga yang berani saat ditantang mencoba makanan yang satu ini. Dengan iming-iming sejumlah uang yang besar, apakah Anda berani mencoba Shiokara?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading