Sukses

Lifestyle

Kisah Manis, Menikahi Teman Semasa Kecil

Ada yang setuju bahwa menikah dengan teman masa kecil itu manis. Namun ada pula yang menganggap bahwa mungkin tidak ada pilihan lain (ahhh terlalu kejam ya kalau berpikiran begitu.)

Betapapun pendapat seseorang, menikahi teman masa kecil memang lebih banyak manis dan keuntungannya. Sebagian besar mereka yang menjalani pernikahan dengan teman masa kecil mengakui dan bersaksi, bahwa tak banyak kendala di dalam hubungan pernikahan mereka.

Apa yang membuat menikahi teman semasa kecil ini begitu menyenangkan?

Mereka bisa menimpali setiap becandaan Anda, seperti lagu duet

Tidak ada yang ingin Anda sembunyikan darinya

Karena sudah terbiasa menghadapi masalah, maka masalah apapun yang ditemui di pernikahan akan dihadapi bersama

Sangat akrab dengan keluarga, sehingga benar-benar seperti keluarga sendiri

Tidak ada argumen berarti tentang cara membesarkan anak, semuanya berjalan alami

Tak harus menjelaskan kenapa dulu begini dan kenapa dulu begitu

Ia tahu kelebihan Anda dengan baik

Ia juga tahu kekurangan Anda dengan lebih baik, dan tetap menghargai serta mencintai Anda

Ia tak akan dengan sengaja menyakiti Anda

Kisah masa lalu yang pahit adalah sebuah kenangan, yang tidak akan diungkit olehnya

Masih ada banyak lagi kelebihan dan keuntungan yang dimiliki mereka yang menikah dengan teman semasa kecil. Mungkin Anda bisa menambahkannya. Sebelum itu, baca beberapa kisah pendek mereka yang menikah dengan teman semasa kecil berikut ini:

- Sudah 35 tahun kami menikah, ada suka, ada duka yang kami lewati. Namun semuanya selalu terasa menyenangkan. Suamiku adalah teman main masa kecil, sekaligus tetangga sebelah rumahku. Sejak kecil ia selalu menggoda dan menggangguku, bahkan sampai aku punya kekasih, ia terus saja tak berhenti mengusiliku. Ketika ada masalah, aku akan lari dan bercerita padanya. Dan demikianlah seringkali aku beberapa kali berganti kekasih, ia yang menjadi orang yang pertama tahu setiap suka dan dukaku.

Yang tak pernah kukira sebelumnya, ia yang ternyata menjadi suamiku. Ia sendiri sejak awal yakin bahwa aku adalah cinta pertama dan terakhirnya. Aku bersyukur bisa mengenalnya, kami seperti kutub magnet yang saling tarik menarik. - Yulia

- Aku dan suami adalah teman semasa kecil. Sebenarnya, ia adalah teman kakakku, namun kami sering bepergian dan bermain bersama. Ia sosok yang baik, selalu menghargai, menyayangi dan menjagaku. Kami pernah sama-sama menjalani hubungan cinta yang berbeda, dan kami sama-sama pernah gagal menjalin asmara. Hati kami sama-sama pernah terluka, tetapi mendadak sembuh setiap saling dekat. Dan akhirnya kami menyadari, bahwa inilah cinta yang sebenarnya. - Maharani

- Nggak terbayang aja kok bisa malah menikah dengannya. Sekalipun berteman sejak kecil, setiap bertemu kami selalu bertengkar. Selalu ada saja yang kami perdebatkan. Kami sempat tinggal berjauhan beberapa lama, tetapi pada akhirnya saat kembali ke kota asal, kami seperti menemukan kenyamanan rumah. Bahkan hingga sekarang setelah menikah kami masih sering berdebat. Tetapi kami sadar di setiap perdebatan itu, cinta kami semakin mengakar dalam dan lebih dalam lagi. - Annisa

Punya kisah yang sama? Mari berbagi di kolom komentar.

 

 

 

(vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading