Sukses

Lifestyle

Jadi Anak Emas, Jennifer Justru Sewa Pembunuh Bayaran Untuk Membunuh Orang Tua

Anak emas adalah istilah bagi anak-anak yang lebih disayang oleh kedua orang tuanya. Biasanya, anak emas mendapat perhatian lebih sekaligus mendapat tekanan untuk mengabulkan harapan orang tua. Meskipun fenomena anak emas adalah fenomena yang sering terjadi, namun bagi sebagian anak, menjadi anak emas memberi dampak yang mengerikan.

Jennifer Pan (29 tahun) adalah seorang pianis yang tinggal di Kanada. Laporan dari stomp.com.sg menyebutkan bahwa pada tahun 2010, Jennifer dan pacarnya menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh kedua orang tuanya. Dia dipenjara seumur hidup awal tahun 2015 untuk kasus pembunuhan terhadap ibunya dan percobaan pembunuhan pada ayahnya. Ayah dan adik Jennifer juga mengajukan permintaan untuk tidak mau lagi berbicara dengan Jennifer, permintaan tersebut dikabulkan oleh pengadilan.

Tuntutan Orang Tua Sangat Berat

Jika mengulik ke belakang, Jennifer adalah anak perempuan yang tidak banyak tingkah dan perilakunya baik. Ayah dan ibu Jennifer adalah pengungsi yang pindah dari Vietnam ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pasangan ini memiliki 2 orang anak, Jennifer lahir di tahun 1986 dan Felix lahir 3 tahun kemudian.

Ayah dan ibu Jennifer adalah pekerja keras yang bekerja sebagai buruh pabrik onderdil mobil. Mereka mendorong anak-anaknya untuk unggul di sekolah, agar masa depan mereka lebih baik dibanding kedua orang tuanya. Keinginan yang dirasa wajar, sebab hampir semua orang tua menginginkan kehidupan anak-anak mereka lebih baik di masa yang akan datang.

Jennifer | Foto: copyright stomp.com.sg

Sebagai anak sulung, Jennifer diminta untuk menjadi contoh yang baik bagi Felix. Gadis ini berkali-kali memenangkan trofi karena bakatnya di bidang piano. Sayangnya, nilai Jennifer di sekolah pas-pasan. Sementara itu, kedua orang tua Jennifer ingin agar putrinya mendapat nilai-nilai baik dan melanjutkan kuliah.

Tekanan Kedua Orang Tua Membuat Jennifer Nekat

Seorang teman sekolah Jennifer, Karen K. Ho menuliskan: Semakin saya belajar tentang pola pengasuhan Jennifer, semakin saya menyadari pola pengasuhan yang sangat ketat. Saya semakin bisa menemukan bahwa dia dibesarkan oleh orang tua yang menuntut banyak hal. Dia seperti hamster yang berputar dalam roda, berlari untuk memenuhi harapan kedua orang tua, yang mana harapan itu terlalu besar dan di luar jangkauan.

Kasus seperti ini tentu saja sangat menyedihkan. Mungkin banyak di antara pembaca yang juga pernah mendapat tekanan besar dari orang, namun apakah harus berakhir dengan menghilangkan nyawa? Tentunya tidak. Ada banyak cara untuk menyelaraskan keinginan orang tua dan anak, salah satunya adalah saling bicara dan menyampaikan pendapat secara dewasa. Harapan kami, semoga kasus Jennifer menjadi kasus terakhir.

(vem/yel)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading