Sukses

Lifestyle

Perawatan Medis Untuk Obstructive Azoospermia

Ladies, sebelumnya telah dibahas mengenai salah satu kelainan pada organ seksual pria yang dapat mengakibatkan infertilitas, yaitu Azoospermia. Azoospermia sendiri merupakan gejala kelainan medis yang membuat pria tidak mampu memproduksi sperma yang memenuhi syarat untuk membuat wanita menjadi hamil.

Beberapa tes akan dilakukan untuk menentukan golongan Azoospermia yang dialami pria, yaitu melalui tes sperma, tes genetik, tes fisik, tes riwayat kesehatan yang mendetail, dan disertai dengan foto jalur sperma pada tubuh pria. Hasilnya, akan diketahui apakah pria infertil tersebut tidak mampu mengeluarkan cukup sperma dalam cairan ejakulasi karena Obstructive Azoospermia ataukah karena berada dalam keadaan Non-Obstructive Azoospermia.

Menurut lanjutan lansiran dari stanfordhospital.org, jika pria diketahui mengidap Obstructive Azoospermia—dimana produksi sperma sehatnya tidak dapat dikeluarkan dengan baik karena suatu penghalang pada organ reproduksi—ahli kesehatan perlu mengetahui tingkat keparahan penghalangnya dan menentukan penyebabnya dari hasil tes awal.

Penghalang saluran reproduksi pria biasanya terjadi di vas deferens, epididimis, atau saluran ejakulasi. Untuk mengatasi penghalang ini, ahli kesehatan biasanya menyarakan untuk melakukan perawatan medis melalui tindakan operasi yang merekonstruksi kembali jalur pada organ reproduksi.

Selain itu, perawatan endoskopis juga dapat membantu mengembalikan sperma normal ke dalam cairan ejakulasi, sehingga dapat meningkatkan kesuburan pria. Untuk membantu kehamilan, pasien dapat memilih untuk melakukan operasi ekstrasi sperma dari testikel, epididimis, maupun vas deferens dengan menggunakan teknik-teknik pembantu reproduksi tertentu.

Oleh: Ayu Liskinasih

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading