Sukses

Lifestyle

5 Tingkatan Fetisme

Ladies, fetisisme bukanlah suatu penyakit. Ada yang menganggap bahwa fetis hanyalah sebagai variasi seks, bukan kelainan. Hal ini dikarenakan bagi mereka, fetis membantu kehidupan cinta semakin mesra. Fetisime sebenarnya berkembang pada tahap psiko sosial, yaitu dari perkembangan kejiwaan.

Dijelaskan pada situs psychologytoday.com, berikut tahapan seseorang mengalami Fetisme, yaitu:

Tingkat I: Pemuja (Desires).
Ini adalah tahap awal. Tidak terlalu terpengaruh atau fetish tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang. Contohnya adalah saat seorang pria mengidamkan wanita dengan payudara yang besar, rambut pirang, atau berbibir tipis. Namun bila pria ini tidak mendapatkan wanita yg diimpikannya itu, dia tidak akan terlalu mempermasalahkannya dan hubungan seksual dengan wanita itu tetap berjalan normal.

Tingkat II: Pecandu (Cravers).
Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, psikologi orang ini akan membuat dirinya sangat membutuhkan pasangan. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan mengganggu hubungan seksual orang ini, misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya orgasme.

Tingkat III: Fetishist Tingkat Menengah.
Ini termasuk tingkat yang berbahaya, penderita akan melakukan apapun demi mendapakan fetish yang dia inginkan. Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan dengan seseorang yang memiliki bagian yang dia inginkan tidak peduli itu lawan jenis atau sejenis.

Tingkat IV: Fetishist Tingkat Tinggi.
Lebih sadis dari tingkat ketiga, pada tingkat ini seseorang tidak akan peduli dengan hal lain di luar fetishnya. Misal Fetish seseorang adalah stocking wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu.

Tingkat V: Fetishistic Murderers.
Pada tingkat ini memang sudah parah sekali. Seorang fetisis rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan obyek fetish yang dia inginkan.

Oleh: Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading