Sukses

Lifestyle

Akibat Pernikahan Dini

Pernikahan dini dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun, yang selama ini kerap terjadi di masyarakat adalah yang disebabkan oleh hamil di luar nikah. Padahal, bukan hanya itu faktor penyebabnya, bisa juga karena tradisi perjodohan misalnya. Nah, berikut penjelasan mengenai akibat pernikahan dini.

Melangsir ulang dari www.rahima.or.id, pernikahan dini ternyata dapat digolongkan sebagai pelanggaran terhadap undang-undang lho Ladies. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 26 Ayat 1c menyebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.

Pemerintah memperbolehkan pernikahan ketika pria minimal mencapai umur 19 tahun dan wanita pada umur 16 tahun. Jika pernikahan terjadi pada usia di bawah usia tersebut, maka anak bisa dikatakan tidak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, dan terlindungi dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Selain berakibat penyimpangan hukum, ternyata pernikahan dini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada wanita, seperti disebutkan dalam laman aliranim.blogspot.com. Wanita yang menikah di usia dini kerap menderita penyakit kandungan, seperti infeksi pada kandungan dan kanker mulut rahim.

Menurut Dokter spesialis kandungan di Balikpapan, hal itu terjadi karena terlalu cepatnya masa peralihan sel anak-anak ke dewasa. Ngeri juga ya Ladies. Padahal akhir dari pertumbuhan sel anak-anak adalah pada usia 19 tahun lho.

Disebutkan dalam aksewmsaudi.wordpress.com, cuma 5,6% anak yang menikah dini yang masih melanjutkan sekolah. Sampai-sampai Country Director Plan Indonesia membikin program pemberdayaan perempuan yang meliputi ekonomi, keluarga, advokasi, pendidikan dan penelitian tentang pernikahan dini, juga kampanye pemberdayaan dan partisipasi anak perempuan.

Ladies, ternyata pernikahan dini berakibat fatal pada anak-anak, terutama anak perempuan.


Oleh: N. Wijayanti

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading