Sukses

Lifestyle

Australia Selidiki Puluhan Kematian Lansia di Norwegia Setelah Suntik Vaksin COVID-19 Pfizer

Fimela.com, Jakarta Pihak berwenang Australia turut menyelidiki puluhan kematian lansia yang terjadi di Norwegia setelah menerima vaksin COVID-19 Pfizer. Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan belum jelas apakah kematian memang karena vaksin COVID-19 Pfizer atau faktor usia.

Institusi Kesehatan Masyarakat Norwegia pun telah memperbaharui sarannya untuk penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer pada lansia. Otoritas Norwegia pun telah menilai sebanyak 29 orang lansia dilaporkan meninggal dan ada kemungkinan terkait dengan vaksin COVID-19.

"Reaksi umum terhadap vaksin mRNA, seperti demam dan mual, yang mungkin menyebabkan hasil yang fatal pada beberapa pasien yang lemah," ungkap Kepala Dokter di Badan Obat Norwegia Sigurd Hortemo.

Belum dapat dipastikan penyebab kematian para lansia ini. Namun Norwegian Medicine Agency menyebut dalam laporannya bahwa semua kematian tersebut terjadi terjadi penyuntikan vaksin COVID-19 Pfizer. Sehingga belum diketahui pasti apakah karena vaksin atau karena kondisi kesehatan para lansia tersebut.

 

Belum ada perubahan rencana

Meski demikian, Hunt mengatakan belum ada perubahan pada rencana vaksinasi di Australia. Namun, pemerintah akan mendengarkan nasihat tim medis tentang penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer untuk golongan tersebut.

"Jadi sangat mungkin, misalnya regulator media memilih bahwa vaksin akan diterapkan pada kelompok usia tertentu atau tidak pada orang dengan kondisi kekebalan tertentu," kata Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt.

Strategi vaksin COVID-19 di Australia akan dimulai dengan kelompok prioritas tinggi. Seperti tenaga kesehatan, penegak hukum di perbatasan, petugas hotel karatina, lansia, dan disabilitas. Kemungkinan Australia akan menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer pada akhir Januari sehingga mulai bisa didistribusikan pada Februari.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

PLAYLIST VIDEO 29 JULI 2021
Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Carina Citra Dewi Joe, Perempuan Muda Indonesia yang Ikut Kembangkan Vaksin AstraZeneca
Artikel Selanjutnya
Penelitian Sebut Vaksin COVID-19 BioNTech Hasilkan Antibodi 10 Kali Lebih Banyak dari Sinovac