Sukses

Lifestyle

Review Buku Sang Pemimpi

Fimela.com, Jakarta Andre Hirata dikenal sebagai salah satu penulis novel yang sangat melejit, seperti beberapa karya nya yang sellau best seller dan mendapatkan berbagai pengharagaan, diantaranya Sang Pemimpi, Laskar Pelagi, Edeson, dan Maryamah Karpov. Tak hanya menjadi bukunya yang bes seller, beberapa bukunya diangkat sebagai dilm layar lebar seperti Sang pemimpi dan Laskar Pelangi.

Novel Laskar pelangi adalah novel pertama karya Anrea Hirata. Kemudian ia menuliskan novel yang kedua dengan judul Sang Pemimpi. Akan tetapi disini kita akan membahas sinopsis novel karya Andrea Hirata yang berjudul Sang Pemimpi, banyak cerita dan kisah perjuangan yang dapat kamu baca pada sinopsis di bawah ini : 

Sinopsis

Dalam novel ini, Andrea Hirata mengisahkan tentang kehidupannya di Belitong saat SMA. Tokoh utama dalam novel ini adalah Ikal, Arai, dan Jimbron, mereka adalah tiga orang yang bersahabatan dari kecil sampai bersekolah di SMA Negeri Manggar, SMA yang pertama kali berdiri di Belitung anggota Timur. Mereka memiliki nasib yang sama dengan beberapa orang diluar sana, demi memenuhi kebutuhan hidupnya mereka bertiga beerja paruh waktu menjadi kuli di pelabuhan pantai.

Seperti anak SMA pada umunya, mereka juga memiliki sifat nakal akan tetapi kenalakan tersebut biasa dilakukan oleh Arai dan Ikal. Mereka juga pernah mengejak Pak Mustar saat upacara di pagi hari, dan Pak Mustar Mengejar mereka dan ememarahinya. Mereka juga merupakan sosok anak-anak yang usil, sampai pernah menyuruh teman sekelasnya untuk menyusup ke bioskop yang tidak mengizinkan anak sekolah masuk untuk menonton film dewasa, alhasil keesokan harinya mereka dimarahi oleh Pak Mustar.

Sebuah pertemuan pasti ada istilah perpisahan, Ikal dan Arai  harus meneruskan kuliahnya di Jakarta dan membuat mereka berpisah dengan Jimbron. Akan tetapi kehidupan di Ibu Kota tak selamanya mulus, ia harus bertahan hidup dan bekerja menjadi pegawai pos sedangkan Arai pergi ke Kalimantan untuk bekerja dan kuliah. Ikal menjadi orang sukses dan berhasil membiayai kuliahnya di Universitas Indonesia dan menjadi Sarjana Ekonomi, sedangkan Arai ia belajar biologi di Kalimantan. Dari latar belakang yang kurang mampu, dan mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat membuat mereka suskes dengan apa yang mereka mimpikan.

Tokoh Utama

Ikal seorang anak kampung dari keluarga yang kurang mampu, walaupun ia menjadi anak yang bandel saat di bangku SMA. Ia berhasil membuktikan bahwa ia mampu belajar dan bekerja, serta sukses untuk mencapai cita-citanya.

Arai salah satu tokoh sentral dalam buku ini, ia menjadi salah satu saudara angkat Ikal sejak kelas 3 SD saat ayahnya meninggal dunia. Arai dapat dikatakan sebagai seorang yang suka menghibur, jika ia atau temannya merasa sedih Arai salah satu orang yang akan menciptkanan kesedihan tersebut menjadi semangatnya.

Jimbron, ia merupakan anak yatim piatu yang sellau mendapatkan bimbingan dari pastur Katolik. Ia sangat terobsesi dengan kuda, obsesinya dengan kuda membuatya mengetahui tentang kuda dan karakteristik kuda. Jimbron salah satu penyeimbang diantara Arai dan Ikal, ia memiliki ketulusan hati yang berasal dari simpati dan kasih sayang.

Nah, itulah sinopsis dari Sang Pemimpi, jika kamu belum membaca cerita tentang Sang Pemimpi kamu dapat mencari buku nya secara online maupun offline. Kisah yang sangat inspiratif dari Sang Pemimpi membuat kita sadar bahwa, kita yang memiliki mimpi suatu saat mimpi itu akan menjadi kenyataan seiring berjalannya waktu dengan ditandai kerja keras dan doa.

Kutipan Buku

  • "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."
  • "Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia."
  • “Pesimistik tidak lebih daripada sikap takbur mendahului nasib.”
  • “Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.”
  • “Ajaibnya waktu, masa lalu yang menyakitkan lambat laun boleh berubah menjelma menjadi nostalgia romantik yang tidak ingin dilupakan.”
  • Stop dreaming is the tragedy...”
  • “Berada dalam pergaulan remaja Melayu yang seharian membanting tulang, mendengar pandangan mereka tentang masa depan, dan melihat bagaimana mereka satu per satu berakhir, lambat laun memengaruhiku untuk menilai situasiku secara realistis. Namun, tak pernah kusadari sikap realistis sesungguhnya mengandung bahaya sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang.”

Setiap kutipan yang terdapat dalam buku sang pemimpi yang mungkin belum pernah kamu sebelumnya. Buku satu ini tentu memberikan banyak sekali inspiratif yang menarik untuk kamu tahu. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading