Sukses

Lifestyle

Tanaman Lucu, Cara Manjur Merawat Tanaman Hias Jenis Succulent

Fimela.com, Jakarta Rumah yang indah dan memberikan tampilan yang estetik bukan hanya berupa Seberapa mahal perabotan rumah. Akan tetapi dekorasi kecil kecil seperti tanaman hias juga penting untuk memberikan tampilan yang estetik dan tampak segar.

Selain menjadi ornamen untuk menghias rumah, tanaman hias juga sering digunakan sebagai tanaman pertama mereka dalam memulai pengalamannya sebagai tanaman pemula untuk orang belajar menanam. 

Tanaman hias sendiri memiliki banyak sekali jenis salah satunya seperti succulent. Dilansir oleh Britannica.com tanaman succulent adalah tanaman yang identik dengan jaringan batang atau daging tumbuhan yang tebal dan memiliki tempat penyimpanan air yang besar. Beberapa diantaranya seperti tanaman jade, kaktus, aloe vera, dan lain-lain.

Dikarenakan tanaman hias berjenis succulent memiliki jaringan batang yang tebal dan tempat penyimpanan air, maka dari itu tanaman ini menjadi pilihan untuk pemula yang baru saja ingin belajar menanam.

Maka dari itu, Sahabat FIMELA Jika kamu baru saja memulai perjalanan menanam tanaman ini akan Menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Kalian juga tidak perlu khawatir karena berikut adalah cara merawat tanaman hias jenis succulent menurut Gardendesign.com.

 

 

Suhu ruangan

Menjaga suhu ruangan untuk tetap stabil merupakan cara pertama yang bisa kalian lakukan untuk menjaga tanaman kalian agar tetap tumbuh segar dan kuat. Memang ada beberapa jenis tanaman succulent yang mampu tinggal di kondisi apapun. Akan tetapi meskipun mereka tahan menghadapi berbagai macam suhu, jika tanaman tersebut dibiarkan dengan kondisi tanah yang sangat basah, akar dari tanaman succulent akan membusuk dan lama-kelamaan tanaman akan mati. Begitu pula jika Tanaman succulent dengan jenis fine-leaved dan perennial stonecrops, tanaman ini bisa mati jika suhu ruangan di atas 80º F. 

 

 

Beri air dan pupuk

Memang terdengar praktis, akan tetapi pemilik tanaman succulent wajib menyirami tanaman mereka secara menyeluruh setiap seminggu sekali khususnya di musim panas dan dua kali dalam sebulan di musim semi dan gugur, serta setiap bulan selama musim dingin. Selalu ingat untuk selalu simpan tanaman succulent di tempat negeri dan terdapat pot khusus untuk mendrainase cairan yang berlebih. 

Saat tumbuhan ini merasa kalo kandungan air di tanah itu kurang, maka mereka akan menggunakan air yang telah disimpan pada jaringan batang mereka. Akan tetapi jika penyimpanan air tersebut sudah habis digunakan, tanaman akan menjadi kering dan pertumbuhannya akan terhenti. Akan tetapi beberapa tanaman succulent dapat hidup kembali atau meregenerasi akar khususnya ketika hujan turun. Maka dari itu, pemilik tanaman hias ini harus selalu memperhatikan konsistensi tanah karena tanah harus terasa empuk seperti spons.

Selain hal tersebut pemberian kadar air dan pupuk juga harus diperhatikan khususnya dalam kondisi sebagai berikut.

Jenis tanaman dan berapa tahun tanaman tersebut ada,Waktu yang emas dan berapa umur tumbuhan.Delapan yang relatif,Mengurangi atau menambah durasi paparan sinar matahari, Suhu Lingkungan, Jenis tanaman

Berikan pupuk secara seimbang, Berbeda dengan pemberian pupuk pada tumbuhan pada umumnya, pemberian pupuk pada tanaman ini adalah dengan cara mencairkan pupuk yang sudah ada dan kemudian menyemprotkan secara menyeluruh pada tanaman succulent. Garden design.com menyarankan untuk menyemprotkan pupuk setiap satu atau dua kali di musim gugur. 

 

 

Sinar matahari dan perlindungan

Faktanya, tanaman memerlukan sinar matahari agar bisa hidup. Tak lain dengan tanaman succulent. Di mana tanaman dengan jenis ini idealnya untuk selalu mengkonsumsi sinar matahari khususnya di pagi hari. Jika tanaman hias succulent dipaparkan dengan sinar matahari yang panas secara terus menerus khususnya di pantai, tanaman tersebut akan hangus dikarenakan cuaca yang sangat panas.

Ada beberapa varietas dari tanaman succulent dan jika tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup maka tanaman tersebut tidak akan mekar. Salah satunya adalah tanaman succulen dengan jenis cacti, yuccas, dan aloevera asal Africa Selatan. 

Maka dari itu sebelum membeli tanaman succulent kamu perlu memperhatikan jenis tanaman succulent apa yang kamu beli karena ada beberapa dari tanaman ini yang tidak boleh terkena paparan sinar matahari yang berlebih dan ada beberapa tanaman yang memerlukan sinar matahari yang berlebih. 

 

Berikut beberapa hal yang perlu diingat:

  • Jika kamu menemukan kalau tanaman kamu memiliki luka bakar seperti bercak permanen berwarna krem atau coklat dan semakin meluas lama kelamaan. Berarti tanaman tersebut akan mati jika tetap ditanam. 
  • Ada beberapa tanaman succulent yang tidak tahan akan sinar matahari yang penuh, maka tanaman ini merupakan tanaman hias yang cocok untuk disimpan di dalam rumah.
  • Succulent Memiliki variasi yang sangat beragam. Beberapa diantaranya memiliki PIC main pelindung yang lebih sedikit daripada tanaman lain. Tanaman succulent Yang tidak memiliki garis dari tumbuhnya memerlukan sinar matahari yang lebih banyak daripada tanaman succulent Yang memiliki garis.

 

Jenis tanah yang digunakan

Tanah yang terbaik untuk tanaman succulent entah itu yang hidup di dalam tanah atau dalam wadah adalah tanah yang memiliki jaringan menguras yang bagus. 

Berikut adalah racikan tanah yang cocok untuk tanaman succulent.

Sepertiga tanah kebunSepertiga komposSepertiga batu apung

Jika kamu menanam tanaman succulent yang identik dengan gurun, kurangilah jumlah kompos dan tambahkanlah pasir yang butirannya besar. Seperti pasti pembangunan atau Granit yang sudah membusuk. 

Untuk tanaman yang tumbuh di dalam wadah, campurkan setengah tanah pot yang dikantongi dengan batu apung. Jika kamu menanam tanaman kaktus dan euphorbia Yang ukurannya sudah lebih besar maka disarankan untuk memberikan tambahan batu apung.

 

Pengendalian dari hama

Cara membahas me investasi atau perang akan hama disarankan untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada tanaman succulent. Perhatikan tanaman succulent khususnya di bagian daun dan bunga, bukan hanya itu kalian juga harus memperhatikan apakah tanaman kamu memiliki kutu bunga karena hama tersebut sangatlah berbahaya dan biasanya tersembunyi di ketiak daun.

Lindungilah dengan cara menyemprot hama dengan alkohol gosok 70% yang diencerkan menjadi 50% dengan air. kerak ini dapat dengan praktis dibersihkan dan diobati dengan sabun hortikultura. Jika kamu melihat tanaman anda ada yang terpapar oleh hama, bertindaklah tepat untuk memindahkan tanaman lain yang belum there infeksi oleh hama, hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran hama. 

Tanaman succulent bisa berjamur karena dampak permasalahan iklim yang lembab. Jika tampaknya hama menang untuk mengambil ahli  tanaman kamu, segera singkirkan dari tanaman yang tidak terpengaruh oleh hama.

 

Penulis : FIMELA Sherly Julia Halim.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading