Sukses

Parenting

5 Alasan Untuk Lebih Mendengarkan Nasehat Orang Tua

Ada berbagai karakter orang tua di dunia ini. Namun semuanya tentu memiliki kebijakan pengasuhan yang berbeda. Ada yang begitu mengatur, ada pula yang sangat membebaskan anaknya dalam memutuskan sesuatu.

Inilah yang membuat seorang anak kadang dilema untuk mengikuti instingnya sendiri atau ikut saran orang tua. Apalagi ada beberapa orang tua yang sedikit mengancam apabila anak tak menuruti nasehatnya. Sebenarnya semua keputusan bisa membawa kita kepada kebaikan, asalkan kita sadar betul akan konsekwensi dari keputusan yang kita ambil.

Namun hal itu tak sepenuhnya salah. Ada beberapa alasan mengapa mendengarkan nasehat orang tua bukan hal yang buruk dan bisa membawa kita kepada kebaikan. Kalau Anda sekarang juga sedang dilema akan hal tersebut, cobalah untuk menyimak 5 alasan mengapa sebaiknya Anda lebih mengikuti anjuran orang tua.

(vem/gil)

Mereka Pernah Muda

Jangan pernah mengatakan bahwa orang tua tak mengerti anak muda. Mereka pernah muda walau berbeda jaman dengan kita. Apapun karakter mereka, yang namanya orang tua itu pernah muda dan memahami celah-celah masa muda yang bisa menjatuhkan atau mengangkat kita. Hanya saja kita masih sangat muda untuk tidak penasaran dan mencoba hal tersebut.

Kalau bukan mereka yang mengalami sendiri, mungkin mereka juga melihat masa muda itu dari apa yang teman-teman mereka lakukan dan bagaimana mereka sekarang. Bagaimanapun, hargai anjuran yang mereka berikan. Kalau tidak hari ini, besok kita akan mengerti kenapa kita perlu mendengarkan apa yang dinasehatkan ayah dan ibu.

Sebagian Dari Nasehat Itu Adalah Kepedulian

Saat orang tua memberikan pendapat atau nasehat mereka, itu menunjukkan kalau mereka peduli pada kehidupan anak-anaknya. Yang namanya orang tua, wajar sekali memberi nasehat pada anaknya agar tidak jatuh pada penderitaan.

Hanya saja tak semua orang tua bisa memahami bahwa membiarkan anak merasa jatuh bisa melatih anak-anak ini agar lebih tangguh. Akibatnya beberapa orang tua kadang jadi overprotektif lewat nasehat mereka. Nah, dalam poin ini menjadi kewajiban Anda untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa Anda bisa dipercaya untuk menjaga diri sendiri. Ini tidak mudah lho. Lakukan hanya bila Anda benar-benar siap, berkemauan kuat dan bertanggung jawab.

Perspektif Yang Obyektif

Orang tua adalah sosok yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan Anda di luar rumah. Misalnya dengan kehidupan Anda di kampus, sekolah atau kantor. Maka sudah pasti mereka bisa memberikan pandangan yang cukup objektif.

Jangan sembarangan membanting pintu saat orang tua sedang bertanya atau memberi nasehat. Mungkin saja apa yang ia katakan adalah apa yang kita butuhkan. Meski saat itu biasanya kita hanya ingin mendengar apa yang ingin kita dengarkan.

Menguatkan Ikatan Orang Tua Dan Anak

Hanya dengan mendengarkan dan mempertimbangkan apa yang mereka sarankan bisa membuat Anda dan orang tua punya kedekatan yang lebih berkualitas. Sekalipun Anda tak menggunakan nasehat itu, tapi dengan menghargainya, Anda bisa membuat orang tua lebih tenang.

Mereka juga akan merasakan bahwa Anda masih percaya dan menyayangi mereka. Namun tak harus memaksakan apabila yang disarankan orang tua memang meragukan untuk direalisasikan dalam masalah Anda.

Mengurangi Rasa Penyesalan

Banyak anak yang akhirnya mengakui bahwa apa yangd ikatakan orang tuanya bukanlah kesia-siaan atau teori belaka. Penyesalan memang dtaang belakangan. Tapi setidaknya Anda bisa mengurangi resiko menyesal di depan dengan tidak mengabaikan nasehat orang tua.

Rasa penasaran kita memang besar karena ketidaktahuan kita di masa muda ini pun masih banyak. Meski tak masalah sesekali jadi anak bandel, tapi selalu dengarkan nasehat baik yang diberikan orang tua. Seiring kita bertumbuh, kita bisa memfilter nasehat mana yang benar dan mana yang perlu 'dimodifikasi'.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading