Sukses

Parenting

Faktor yang Mempengaruhi Kelahiran Bayi Cacat

Ibu di seluruh dunia pasti memiliki kekhawatiran akan lahirnya bayi yang kurang sempurna atau cacat. Nah, faktor apa saja yang dapat memperbesar resiko lahirnya bayi yang cacat? Simak penjelasannya berikut ini!

  • Ibu berusia lebih dari 35 tahun memiliki resiko melahirkan bayi dengan Down Syndrome, dan bayi dengan kelainan kromosom lainnya. Terhitung mulai usia 35 tahun, resiko yang diperoleh ibu semakin besar. Tes yang dapat dilakukan adalah engan mengecek amniocentesis untuk memperoleh keterangan apakah terdapat kelainan kromosom pada bayi. Dari data statistik dari berbagai peneliatian yang melibatkan 1000 ibu, 2 ibu usia 25-29 melahirkan bayi down syndrome, dan semakin meningkat sejak usia 35 tahun yaitu 5 ibu, 10 ibu di usia 38, dan 50 ibu di usia 45 tahun.
  • Sebelumnya telah melahirkan anak dengan kelainan genetis serupa akan meningkatkan resiko pada kehamilan selanjutnya. Pada kasus cyctic fibrosis pada anak pertama, 25% anak selanjutnya memiliki resiko terkena penyakit yang sama. Pada kasus kelainan yang lain, resikonya hanya berkisar 3 dari 100 kasus.
  • Faktor genetic dari keluarga Anda, suami, bahkan keluarga besar.
  • Beberapa jenis tes darah dan ultrasound mengindikasikan adanya resiko kelahiran bayi genetis pada Anda. Memang tes ini tidak sepenuhnya terbukti, tapi dapat menjadikan calon orang tua lebih waspada dan dapat mengonsultasikan hasil tes tersebut pada ahli kesehatan.
  • Latar belakang ras etnis orang tua, termasuk penikahan antar ras, seperti disebutkan dalam babyzone.com.
  • Pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan.
  • Pernikahan dengan kerabat dekat.

Oleh: Zurriat Nyndia

(vem/tyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading