Sukses

Parenting

Hari Gizi Nasional, Mengenal Hidden Hunger yang Bisa Terjadi pada Anak-Anak

ringkasan

  • Hidden hunger atau kelaparan tersembunyi disebabkan pemenuhan zat gizi mikro yang rendah.
  • Makan-makan bergizi dengan mudah diperoleh dari panduan Kemenkes "Isi Piringku" untuk cegah hidden hunger

Fimela.com, Jakarta Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari 2021, masih ada masalah nutrisi yang belum banyak diketahui masyarakat ialah hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. Hal ini dikarenakan pemenuhan zat gizi mikro yang rendah.

Data Global Hunger Index 2020 menunjukan Indonesia berada di posisi 70 dari 107 negara, dan sekitar 20-40 persen mengalami kekurangan zat gizi mikro. Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9 persen anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.

Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University menyampaikan kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink dan bisa terjadi pada anak-anak hingga dewasa.

Ir. Dodik juga mengatakan jika hidden hunger berbeda dengan kelaparan. "Kalau kelaparan terlihat anak kurus atau buncit. Sedangkan hidden hunger ini anak cepat sakit, perkembangan tidak optimal, hingga anak tidak fokus yang menyebabkan akademik tidak bagus," ujar Ir. Dodik dalam acara Lezatnya Royco Baru dengan Garam Beriodium untuk #BantuTumbuhSesuai.

Selain kekurangan zat mikro, Ir. Dodik mengatakan anemia pun menjadi salah satu penyebab hidden hungger. Hal ini diperkuat dengan data Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 persen ibu hamil menderita anemia.

Cegah hidden hunger

dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik mengatakan dalam mengonsumsi makanan harus menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beriodium untuk mencegah hidden hunger.

Makan-makan bergizi dengan mudah diperoleh dari panduan Kemenkes "Isi Piringku", 1/3 piring berisi karbohidrat bisa nasi, kentang, jagung, ubi, atau sagu. 1/3 lagi sayuran berwarna, tidak hanya hijau bisa orange atau merah. Dan 1/3 untuk lauk pauk, protein hewan atau nabati.

Walau sedikit, zat gizi mikro terkadang disepelakan. Padahal, dampak dari kekurangan iodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia.

"Kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu. Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI, yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta point. iodium harus diperhatikan dari hulu ke hilir, sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau di dalam kandungan, hingga ke tahapan usia selanjutnya," ujarnya.

Yodium pun bisa berasal dari garam dari laut seperti ikan, udang, kerang, cumi-cumi, serta telur, susu, yogurt dan keju. Diana mengatakan yodium dapat meningkatkan tumbuh kembang anak dan bila dikonsumsi saat hamil, akan membentuk IQ anak lebih cerdas.

"Jadi sejak 1000 pertama kehidupan anak, ibu harus konsumsi yodium agar tidak menyebabkan IQ rendah pada anaknya," paparnya.

Perlu diingat, jika setiap golongan usia membutuhkan asupan yodium berbeda. 0-1 tahun membutuhkan 90 mikrogram sehari, usia bertambah hingg 12 tahun butuh 120 mikrogram , dewasa 150 mikrogram, ibu hamil 220 mikrogram, dan ibu menyusui 250 mikrogram.

"Sehari konsumsi garam cukup 1 sendok teh," tuturnya.

Memahami kebutuhan ini, Royco berinovasi melalui rangkaian produknya, terutama Royco Kaldu Ayam dan Sapi yang kini berkomitmen menggunakan garam beriodium.

"Dibuat dengan daging sapi dan ayam berkualitas yang direbus lama dan tanpa menggunakan bahan pengawet untuk semakin menyempurnakan kandungan nutrisi dari tiap hidangan rumah. serta melanjutkan program “Royco NutriMenu”, rangkaian edukasi yang dikembangkan sejak 2019 dengan mengacu pada konsep “Isi Piringku” yang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI," papar Hernie Raharja selaku Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk.

#elevate women

;
Loading