Sukses

Parenting

10 Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel

Fimela.com, Jakarta American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan menyusui secara eksklusif selama sekitar 6 bulan pertama kehidupan bayi. Sebab anak akan mendapat nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuhnya dan menjadi bonding antara ibu dan si kecil.

Namun, ada pula sang ibu memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Setelah itu, barulah ibu memutuskan untuk menyapih anak.

Menyapih sendiri ialah secara bertahap agar anak benar-benar berhenti menyusu ASI dari payudara ibunya.

Memutuskan kapan waktu untuk menyapih anak berbeda untuk semua bayi. Beberapa anak mempertahankan keterikatan mereka untuk menyusui hingga masa balita. Yang lain menunjukkan minat yang lebih rendah dan mulai menyapih diri sendiri sebelum ulang tahun pertama mereka (umum antara 9 dan 12 bulan).

Tanda-tanda bayi yang sudah siap untuk disapih antara lain, bayi mulai tidak tertarik saat ibu menyusui dan rewel meskipun sudah diberikan ASI. Dengan menyapih anak, maka akan ada manfaat yang didapat oleh ibu dan anaknya. Salah satunya dapat menurunkan risiko pembengkakan dan infeksi di payudara ibu.

Sayangnya, menyapih bukan hal yang mudah. Jika tidak terencana dan bertahap, si kecil akan rewel hingga menjadi trauma. Untuk itu, berikut beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel melansir berbagai sumber.

1. Komunikasi dengan si kecil

Hal pertama yang bisa dilakukan ilah dengan berkomunikasi dengan baik bersama si kecil. Ibu bisa memberikan penjelasan mengapa tidak harus menyusui lagi, misalnya "Kamu kan sudah dua tahun, belajar minum susu pakai gelas ya, kan sudah besar,"

2. Bertahap dan perlahan

Agar anak tidak rewel, ibu tidak langsung menghentikan ASI secara tiba-tiba. Baiknya, atur frekuensi anak menyusui misalnya jika anak biasanya menyusu setiap bangun pagi dan menjelang tidur, dengan durasi sekitar 30 menit maka bisa mulai mengurangi kebiasaan tersebut.

Anda bisa memberikan air putih saja menjelang tidur. Selain itu, jangan menawarkan ASI lagi pada anak. Berikan ASI hanya jika dia memintanya.

3. Beri tenggat waktu

Berikan banyak waktu, beberapa minggu atau lebih lama untuk masa transisi. Idealnya, ibu harus memulai proses penyapihan satu atau dua bulan sebelum tenggat waktu yang sebenarnya.

Jika ingin memastikan bayi mendapatkan manfaat ASI selama mungkin, dapat mulai mengganti sesi menyusui dengan memompa sampai siap untuk menyapih bayi sepenuhnya.

4. Alihkan perhatian

Cara ini merupakan cara ampuh untuk menyapih anak agar tidak rewel. Gunakan hal yang membuat anak jadi lupa untuk menyusu, ketika waktunya ia minta susu alihkan untuk mengajaknya bermain atau berikan anak makanan dengan rasa yang disukainya. Atau bisa juga memberikannya susu dengan menggunakan botol.

5. Asupan tercukupi

Asupan nutrisi saat sarapan, camilan, makan siang, dan makan malam penting diperhatikan agar si kecil sudah merasa kenyang dan tidak meminta susu.

6. Berikan cara lain membuatnya tidur

Sebagai ibu, akan sering menidurkan anak ketika dia sudah rewel dengan cara memangkunya dan menyusuinya agar lekas tidur. Jika ingin menyapih anak, harus meninggalkan kebiasaan menidurkan anak dengan cara tersebut.

Gantilah cara menidurkan anak dengan menidurkannya di atas kasur atau tempat anak merasa lebih nyaman dan mudah mengantuk hingga tertidur.

7. Peran keluarga

Ibu juga perlu melibatkan peran seorang ayah ketika proses menyapih. Ayah dapat membantu mengalihkan perhatian ketika sudah geram, bingung dan sudah kehabisan cara untuk membuat anak tidak menyusu. Ayah dapat membantu ibu dengan mengalihkan perhatian anak agar tidak rewel dan lupa untuk meminta ASI.

Selain ayah, anggota keluarga di rumah juga bisa dilibatkan untuk membantumu mencari cara agar anak tidak lagi menyusui. Paling penting bisa menyemangatimu.

8. Jangan menyapih saat sakit

Usahakan jangan menyapih si kecil pada saat sakit. Jika anak dipaksa menyapih pada saat sakit, kondisi psikologis anak tidak akan baik, dan sistem kekebalan tubuhnya akan menurun. Tunggulah sampai anak benar-benar sehat dan kembali normal, agar anak tidak stres dan tidak mudah sakit saat disapih.

9. Ganti ASI dengan camilan kesukaan

Ibu bisa mulai mengganti ASI dengan camilan menyehatkan yang disukai anak, misalnya pada siang hari saat anak minta ASI.

10. Tetap Sabar

Proses menyapih pasti sulit untuk kedua belah pihak, baik ibu dan anak. Maka memiliki rasa sabar yang besar sangat diperlukan. Jangan mudah menyerah, jika ibu tidak konsisten justru menyapih tidak akan berhasil.

Berikan perhatian lebih saat menyapih si kecil, misalnya peluk dan cium anak. Ajak ia bermain kesukaanya, tanyakan makanan kesukaanya.

Semoga langkah-langkah ini berhasil untuk proses menyapih si kecil.

#elevate women

What's On Fimela
Loading