Sukses

Parenting

6 Hal Buruk yang Bisa Membuat Seorang Anak Durhaka Kepada Orang Tuanya

Fimela.com, Jakarta Memiliki anak adalah sebuah anugerah tersendiri bagi setiap orang tua. Apalagi bagi ibu khususnya, mengandung anak selama kurang lebih sembilan bulan lamanya bukanlah hal mudah. Butuh perjuangan ekstra, agar buah hati yang begitu dinanti-nantikannya dapat lahir dengan selamat di dunia.

Namun, harapan orang tua pada anak kadang bisa runtuh, tatkala sang anak tak lagi berbakti. Alih-alih memberikan kasih sayang dan membanggakan orang tua, seringnya malah membentak bahkan sampai berani melawan orang tuanya. Tindakan menyakiti hati orang tua oleh anak ini pun sering disebut sebagai durhaka. Lantas, apa yang menyebabkan seorang anak sampai durhaka kepada orang tuanya?

Pendidikan yang Buruk

Sebelum anak-anak bersekolah pendidikan pertamanya diperoleh dari kedua orang tuanya. Bahkan, setelah masuk usia sekolah sekalipun, orang tua masih perlu mengedukasi anak-anaknya, terutama soal ketakwaan, berbakti, menyambung silaturahmi hingga mencari kemuliaan.

Apabila hal-hal tersebut jarang atau bahkan tak diberikan sama sekali oleh orang tua kepada anak-anaknya, maka jangan heran jika anak saat tumbuh dewasa cenderung memiliki sikap membangkang hingga durhaka kepada orang tuanya. Jika memang tak mampu mengajari anak tentang moral dan budi pekerti yang baik sendiri, maka orang tua bisa mengirimkan anak ke pesantren, sekolah kepribadian atau semacamnya.

Tak Bisa Berpikir dengan Baik

Sikap membangkang atau durhaka seorang anak kepada orang tuanya, bukan semata-mata salah orang tua dalam mendidik, tetapi juga bisa disebabkan dari anak itu sendiri. Bila anak tak bisa berpikir dengan baik apa manfaat berbakti kepada orang tua, maka biasanya ia tak ragu untuk durhaka kepada orang tua.

Kebodohan semacam inilah yang kadang bikin anak menjadi kelewat batas dalam bersikap kepada orang tuanya. Padahal, seburuk apapun orang tua, tetap jasa dan pengorbanannya buat sang anak biasanya jauh lebih besar. Hal itulah yang seharusnya menjadi fokus seorang anak, bukan egoisnya agar tak sampai durhaka kepada orang tua.

Munculnya Sebuah Pertentangan

Umumnya orang tua akan mengajarkan yang terbaik buat anak-anaknya. Namun, yang jarang disadari, kadang orang tua hanya memberitahu secara lisan dan tak mencontohkannya langsung dalam kehidupan nyata. Sebaliknya, orang tua justru tanpa sadar melakukan tindakan yang bertentangan dengan apa yang disampaikannya kepada anak.

Hal itulah yang kemudian memunculkan pertentangan dalam diri anak. Ia mempertanyakan tindakan orang tuanya tak sesuai dengan petuah yang kerap disampaikan kepada anaknya. Misalnya, orang tua memberitahu anaknya agar selalu menyayangi saudaranya, tetapi di waktu bersamaan kerap ribut di hadapan anak-anaknya.

Inilah yang selanjutnya memicu anak jadi pembangkang, hingga durhaka kepada orang tuanya. Bagaimanapun anak selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya, jadi jangan lupakan hal tersebut, bila tak ingin anak jadi durhaka kepada orang tuanya.

Perlakuan Buruk Kepada Anak

Seperti disampaikan sebelumnya, jika anak-anak selalu mencontoh apa yang dilihatnya dari orang tua mereka. Bila orang tua suka marah-marah, maka anak secara tak langsung akan tumbuh menjadi pribadi yang pemarah. Bila suka melihat orang tua ribut, anak juga kerap suka bertengkar dengan lingkungan sosialnya.

Perlakukan buruk kepada anak inilah yang sayangnya juga jarang disadari oleh orang tua. Maka, bila ingin melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi banyak orang, maka besarkan dia dengan sikap yang baik pula. Seperti pepatah bilang, barang siapa menanam kebaikan makan akan menuai kebaikan, dan sebaliknya.

Orang Tua Durhaka Kepada Bapak-Ibunya

Perlu ditekankan berulang kali, jika anak adalah peniru ulung. Bila orang tua sendiri durhaka kepada bapak-ibunya, maka jangan pikir anak tak bisa melakukan hal serupa. Bahkan, kendati sikap buruk orang tua ini dilakukan secara diam-diam, pelan-pelan anak juga akan tahu.

Apalagi jika anak ternyata amat dekat dengan nenek dan kakeknya. Sikap baik yang mereka terima dari nenek dan kakeknya, akan bertentangan dengan kenyataan yang dilakukan oleh orang tua mereka. Belum lagi jika sang nenek atau kakek sampai merasa sedih. Bentuk kekesalan anak sebagai cucu ini pun bisa diluapkan menjadi sebuah kedurhakaan kepada orang tuanya sendiri.

Hubungan Orang Tua Bermasalah

Hampir semua anak selalu mengharapkan hubungan yang harmonis dalam keluarganya. Apalagi jika anak sudah masuk usia sekolah dan kerap tahu jika orang tua teman-temannya begitu akur, tentu akan menimbulkan kecemburuan bila hubungan kedua orang tuanya ternyata tak sebaik itu.

Bayangkan, setelah pulang ke rumah, anak inginnya bisa mengobrol berdua dengan kedua orang tua dan keluarganya, tetapi justru dihadapkan dengan percekcokan orang tua yang seolah tiada habisnya. Memang masalah rumah tangga itu tak bisa dihindari, tetapi cobalah menyelesaikannya dengan dewasa, agar anak juga bisa belajar sekaligus bangga kepada orang tuanya.

Janganlah jadi orang tua egois, yang hanya memikirkan masalah sendiri, tapi tak mempertimbangkan keberadaan anak. Sebab, hal tersebut hanya akan menjadi contoh buruk bagi anak. Awalnya, hal itu mungkin ditunjukkan anak agar ia bisa mendapatkan perhatian orang tua. Namun, jika orang tua tak kunjung memahaminya, maka bisa berakhir dengan munculnya sifat durhaka pada anak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading