OriginTernyata garis desain Gabrielle Chanel yang bersih dan minimalis terinspirasi dari seragam para biarawati di panti asuhan tempat ia dibesarkan. Detail seragam biarawati seperti kerah atau manset warna putih sering hadir pada koleksi dia. Sedangkan logo Chanel terinspirasi dari desain jendela kaca patri di kapel dekat ia tinggal.
AbstractionLess is More, itulah filosofi Chanel mengenai konsep modern. Di era Belle Epoque ketika wanita masih menggunakan dress panjang berkorset, Chanel menawarkan gaun hitam sepanjang lutut dari bahan kaus yang sekarang terkenal sebagai The Little Black Dress.
InvisibilityChanel kerap memasukan objek-objek favoritnya seperti angka 5 dan 19, bintang, bunga lili, kepala macan, setangkai gandum dan lain-lain pada koleksinya. Hingga sekarang objek itu menjadi ciri khas Chanel yang mewah dan elegan.
LibertyGemar melakukan aktifitas outdoor dan memiliki figure yang boyish, Chanel gemar memakai pakaian pria. Menurutnya pakaian-pakaian pria menawarkan siluet yang mempermudah wanita untuk bebas bergerak.
ImaginaryChanel memiliki imajinasi dan hasrat berpetualang yang besar. Rusia dan Venice menjadi destinasi liburan favoritnya. Kultur dan seni negara-negara tersebut kerap dijadikan inspirasi seperti detail mosaik emas di Byzantine (yang sekarang kembali hadir pada koleksi pre fal- 2011), atau baju kekaisaran Rusia yang kaya detail bordir.
Bukan cuma tas, baju dan sepatu. Filosofi dan inspirasi di balik label legendaris ini yang justru patut mendapat apresiasi! Untuk merayakan hari jadi ke-5, Museum of Contemporary Art Shanghai (MoCA) bekerja sama dengan kurator Jean-Louis Froment menggelar eksibisi “Culture Chanel” pada tanggal 15 Januari hingga 14 Maret 2011. Eksibisi ini menyoroti sejarah dan awal mula terbentuk label ini, juga filosofi dan inspirasi dibalik kreasi ikonik Coco Chanel.Image courtesy of Chanel.