Sukses

Siapa bilang masyarakat tidak peduli dan tidak tertarik dengan kebudayaan lokal? Buktinya, sebuah pementasan drama yang mengangkat kisah nya...

EntertainmentPulang Kampung, Matah Ati Solo Digelar Merakyat Di Ruang Terbuka
Siapa bilang masyarakat tidak peduli dan tidak tertarik dengan kebudayaan lokal? Buktinya, sebuah pementasan drama yang mengangkat kisah nyata dari Jawa Tengah dan sangat kental dengan kebudayaan Jawa yang baru saja digelar di Solo, berhasil menyedot perhatian masyarakat.
EntertainmentMemungut Biaya Masuk Besar, Perawatan Museum Keraton Surakarta Masih Belum Optimal
Sering melihat bangunan bersejarah tampak tua dan tak terawat? Nggak usah heran, menginat salah satu bangunan yang masih bagian dari Kerajaan Surakarta pun mengalami hal yang sama.
LifestyleJalan-Jalan Makan: Melarikan Diri dari Kesibukan Jakarta Ke Kota Solo
Punya kesempatan untuk berlibur sejenak dari keramaian Ibukota? Kota Solo pas banget buat kamu jadikan tempat tujuan untuk menenangkan diri.
Short Desc
PhotoPertunjukan “Matah Ati” Akhirnya Berjaya di Negeri Sendiri
Memang sangat disayangkan bagi kamu yang melewatkan pertunjukan langendriyan (kombinasi antara seni tari, musik, dan peran) “Matah Ati” yang dipertunjukkan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada 13-16 Mei 2011 kemarin. Namun, FIMELA.com merangkum pertunjukan selama 1,5 jam tersebut untuk memperlihatkan kepada FIMELA friends, betapa budaya Indonesia masih mampu mengundang tepuk tangan meriah dari negeri sendiri. Fotografi: Windy Sucipto
EntertainmentKesuksesan “Matah Ati” di Singapura Adalah Strategi
Pagelaran tari “Matah Ati” akan dimulai besok Jumat (13/4) hingga 16 Mei 2011 mendatang. Pementasan langendriyan (seni tari, suara, dan peran) ini merupakan kekayaan bangsa yang sudah mendapat tepukan meriah terlebih dahulu di Teater Esplanade, Singapura. FIMELA.com berhasil menemui Atilah Soeryadjaya sebagai otak di balik “Matah Ati” beserta Jay Subiakto selaku penata artistik yang mengemas pertunjukan sarat sejarah ini bisa dinikmati oleh generasi muda di belahan dunia manapun. Fotografi, Windy Sucipto
EntertainmentStanding Ovation for "Matah Ati"
Banyak cara untuk memahami sejarah berdirinya Istana Mangkunegaran, Jawa Tengah. Pentas tari “Matah Ati” adalah satu pagelaran sarat sejarah yang mengisahkan perjuangan dan perjalanan cinta Rubiyah, seorang wanita dari kalangan biasa, yang berjuang melawan Raden Mas Said, penjajah yang juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyowo, yang pada akhirnya menjadi suaminya.