Sukses

Pengertian

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah gangguan mental yang dapat terjadi setelah seseorang mengalami kejadian yang traumatis. Misalnya: pelecehan seksual, perang, serangan terorisme ataupun kecelakaan berat.

Tak semua orang yang mengalami kejadian traumatis tersebut akan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Namun ada beberapa kejadian yang memberikan kecenderungan akan PTSD –yaitu pelecehan seksual dan kekerasan di masa kanak-kanak.

PTSD memiliki prevalensi seumur hidup –antara 8–10%, dan diikuti dengan ketidakmampuan berfungsi dalam sosial. Dalam situasi perang, prevalensi individu yang mengalami PTSD meningkat hingga 30 persen. Selain itu perempuan memiliki resiko lebih tinggi mengalami PTSD dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan karena pelecehan seksual lebih banyak dialami oleh wanita.

Post Traumatic Syndrome Disorder (PTSD)

Diagnosis

Dokter akan mengumpulkan informasi dengan menanyakan keluhan yang mengarah kepada PTSD. Pertanyaan-pertanya ini bisa digunakan sebagai acuan oleh dokter dalam mendiagnosis PTSD.

Diagnosis PTSD dapat ditentukan lewat beberapa hal, misalnya:

  • Perilaku menghindar terhadap kejadian, orang-orang, benda, atau aktifitas yang berhubungan dengan kejadian traumatik itu
  • Ketidakmampuan mengingat kembali kejadian tersebut
  • Sulit tidur, sulit berkonsentrasi, emosi yang meledak-ledak, sering merasa kaget
  • Durasi lebih dari 1 bulan

Gangguan PTSD bisa membuat Anda tidak dapat berfungsi secara normal di masyarakat. Dari pemeriksaan fisik juga didapatkan beberapa kelainan yang dapat membantu dokter mendiagnosis PTSD:

  • Kurangnya kebersihan pribadi
  • Gangguan perilaku
  • Gangguan ingatan
  • Gangguan konsentrasi
  • Gangguan kontrol impuls

Gejala

Para penderita PTSD memiliki pengalaman atau pernah menyaksikan dengan kejadian-kejadian traumatis. Kejadian tersebut biasanya mengancam jiwa atau fisik dan membuat mereka tidak dapat berbuat apa-apa.Situasi tersebut tentunya sangat menakutkan –bahkan bisa saja mendekati kematian.

Penderita PTSD biasanya akan mengalami kejadian-kejadian yang sama terus menerus dengan berbagai persepsi. Bisa saja berupa penglihatan, mimpi, ilusi, halusinasi, atau kilas balik.

Jika tidak ditangani dengan tepat, PTSD dapat meniimbulkan komplikasi. Komplikasi yang bisa terjadi akibat PTSD adalah gangguan jiwa berat –seperti skizopherenia ataupun percobaan bunuh diri. Hal lain yang bisa ditimbulkan ialah gangguan tidur menetap, ataupun penghargaan diri yang rendah. Pada akhirnya hal ini dapat memicu berbagai gejala psikosis atau gangguan kejiwaan lainnya.

Pengobatan

Pengobatan PTSD dapat dilakukan dengan terapi kognitif dan perilaku . Pengobatan ini akan membantu penderita PTSD untuk menghadapi situasi yang lebih menyeramkan dari yang pernah dialami dengan perlahan.

Manipulasi Pikiran. Lewat terapi ini dokter akan membantu penderita PTSD untuk menganalisis bagian mana dari kejadian tersebut yang membuat mereka cemas. Dokter juga akan membantu penderita PTSD melihat kejadian yang menakutkan tersebut dari sisi yang berbeda. Meskipun hal ini tidak menghilangkan ketakutan penderita PTSD, terapi ini tetap bisa mengurangi rasa takut dan kecemasan.

Desensitisasi. Pengobatan ini lazim digunakan pada penderita fobia. Caranya adalah dengan memaparkan secara perlahan dan bertahan pada objek, situasi ataupun orang yang ditakuti. Hal ini bertujuan untuk proses pembiasaan yang akan membuat pasien PTSD merasa hal tersebut bukan ancaman.

Obat untuk terapi PTSD yang diperlukan adalah obat anti cemas. Pengobatan ini bertujuan untuk menurunkan kecemasan penderita PTSD dan membantu untuk merasa lebih santai.

Antidepresan. Pengobatan ini untuk menurunkan atau memberhentikan gejala dari depresi pada penderita PTSD.

Pencegahan

Jika Anda atau ada orang-orang di sekitar Anda yang memiliki gangguan PTSD, ada baiknya Anda mengetahui hal ini. Penting untuk tidak membiarkan penderita PTSD sendirian –khususnya di masa ketidakstabilan mental mereka. Hal lain yang juga penting adalah untuk membuat penderita PTSD merasa aman dan nyaman. Jadi hindari hal-hal yang dapat membuat penderitaPTSD mengingat kejadian traumatic yang mereka alami.

Ada cara untuk mencegah terjadinya PTSD. Setelah mengalami kejadian traumatis, hindari memberikan reaksi yang berlebihan. Montalah bantuan atau perlindungan dari orang yang menurut Anda dapat membantu keluar dari rasa takut yang Anda rasakan.

Penyebab

Penyebab dari PTSD adalah:

  • Kecelakaan Lalu Lintas Berat (Kecelakaan Kereta Api, Pesawat, atau Bis) yang membuat seseorang berada dalam situasi dimana terdapat banyak korban.
  • Tindak pidana kriminal yang dialami, seperti perampokan, percobaan pembunuhan, pemerkosaan.
  • Penyakit serius –seperti kanker, atau kematian orang yang sangat kita sayang.
  • Bencana alam –seperti kejadian banjir, gempa bumi, atau mungkin tsunami
  • Pelecehan seksual atau kekerasan fisik yang diterima oleh orang yang kita sayang (orang tua, atau pasangan hidup)
  • Perang dan terorisme