Sukses

Pengertian

Sarkoma jaringan lunak adalah tumor yang timbul dari jaringan lunak di tubuh. Jaringan lunak itu sendiri didefinisikan sebagai jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan struktur dan organ tubuh, termasuk otot, pembuluh darah, saraf, dan lemak.

Terdapat 50 jenis sarkoma yang berbeda. Namun jenis sarkoma yang paling umum ditemui adalah undifferentiated pleomorphic sarcoma (sebelumnya dengan malignant fibrous histiocytoma), liposarkoma, dan leiomyosarkoma.

Sarkoma jaringan lunak merupakan jenis tumor yang jarang ditemukan, dengan jumlah hanya 1% kasus pada orang dewasa dan sekitar 7–10% pada anak-anak dan dewasa muda.

Meski dapat menyerang hampir semua bagian tubuh, sarkoma jaringan lunak umumnya menyerang area lengan, tungkai, dan perut. Keluhan akibat penyakit ini biasanya baru akan dirasakan penderitanya setelah tumor mulai membesar atau muncul benjolan di area yang terkena.

Penyebab

Penyebab dari sarkoma jaringan lunak hingga saat ini belum diketahui. Beberapa faktor dihubungkan dengan kejadian sarkoma adalah:

  • Radiasi. Seorang dapat mengalami sarkoma sebagai akibat radiasi yang dijalani untuk terapi tumor lain.
  • Bahan kimia tertentu. Paparan terhadap berbagai bahan kimia dapat meningkatkan risiko terjadinya sarkoma. Beberapa jenis bahan kimia yang berhubungan dengan kejadian sarkoma adalah herbisida, asbes, dan arsen.
  • Predisposisi   genetik   seperti   sindroma   gardner, neurofibromatosis   von recklinghausen tipe 1, dan hereditary retinoblastoma. Kerusakan pada gen TP53 dapat menyebabkan sindrom Li Fraumeni, yang meningkatkan risiko sarkoma.

Penyakit Sarkoma Jaringan Lunak - KlikDokter.com (Image Point Fr/Shutterstock)

Diagnosis

Penentuan diagnosis dari sarkoma jaringan lunak dapat dilakukan dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pada tahap awal dari penyakit, sarkoma tidak menimbulkan gejala yang signifikan sehingga penderita sering kali tidak langsung memeriksakan dirinya ke dokter.

Diagnosis sarkoma pada tahap awal cukup sulit dilakukan karena sering tidak menimbulkan rasa sakit dan lokasi tumor yang berada di dalam tubuh. Namun sarkoma dapat timbul pada lokasi yang mudah terlihat seperti ekstremitas.  Tumor pada ekstremitas dapat menyebabkan adanya benjolan yang membatasi gerak tubuh.

  • Computed Tomography Scan (CT-scan). CT Scan dapat memberikan data tentang bentuk dan ukuran dari tumor dan hubungannya dengan jaringan sekitar.
  • Magnetic Resonance   Imaging (MRI) adalah   modalitas   pencitraan   pilihan   untuk   sarkoma ekstremitas. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran detail tentang otot dan membedakan antara tulang, struktur pembuluh darah, dan tumor.
  • Biopsi jaringan. Terdapat beberapa teknik pengambilan jaringan, misalkan core-needle biopsy, biopsi insisi, dan biopsi eksisi. Berbagai teknik biopsi ini dapat dilakukan untuk mengambil jaringan yang cukup untuk   digunakan   dalam   beberapa   tes   diagnostik –seperti   mikroskop elektron, sito-genetika dan flow cytometry.

Gejala

Keluhan yang timbul pada sarkoma jaringan lunak bergantung pada lokasi tumor. Namun berbagai tanda yang sering timbul adalah:

  • Benjolan yang tidak nyeri
  • Sarkoma di dalam rongga perut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut, perdarahan saluran cerna dan sumbatan aliran makanan
  • Penekanan sarkoma pada saraf dapat menyebabkan gangguan saraf   sensorik   atau   motorik

Pengobatan

Terdapat beberapa pilihan pengobatan sarkoma jaringan lunak, yaitu:

  • Pembedahan. Jenis pembedahan ditentukan oleh beberapa faktor,  termasuk  lokasi tumor, ukuran tumor, dan keterlibatan struktur sekitarnya.
  • Radioterapi. Radioterapi dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan dari operasi.
  • Kemoterapi. Kemoterapi sebelum operasi juga bisa dipertimbangkan untuk penderita dengan tumor yang besar untuk menurunkan ukuran tumor.

Pencegahan

Cara pencegahan terhadap sarkoma jaringan lunak yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari paparan terhadap faktor risiko dari sarkoma. Misalnya paparan radiasi dan paparan bahan kimia tertentu. Sayangnya, kebanyakan dari sarkoma timbul tanpa faktor risiko yang jelas.