Sukses

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Tinapob+Proongsak
Rindu Anak Perempuan kepada Ayahnya, Rindu Terdalam yang Pernah Ada
Sejujurnya saat itu aku ingin sekali mengungkapkan rasa sayang.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/imtmphoto
Ada Semangat yang Meredup di Jiwa Ayah
Kadang aku tak bisa mengerti dan menerima ketegasannya.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/ARTFULLY
Rindu yang Tak Tersampaikan untuk Ayah
Aku berharap bisa bertemu dengan Ayah lagi.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Freebird7977
Aku dan Ayah Sama-Sama Belajar Menjadi Sosok Terbaik Menurut Versi Masing-Masing  
Ayahku mungkin bukan sosok ideal tapi aku mencintainya apa adanya.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter
Ayah, Kami Tetap Mencintaimu meski Sosokmu Kadang Sulit Dimengerti
Kami semua tak bisa membendung air mata saat kau menutup mata.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Blue+Titan
Perjuangan dan Kasih Sayang Ayah Membuatku Kuat Sampai Hari Ini
Terima kasih tidak pernah menyerah untuk segala hal yang terjadi di keluarga ini.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/GaudiLab
Jangan Menunggu Sampai Kehilangan untuk Menyadari Seseorang Itu Berharga
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat lagi sosok pahlawanku.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/JosephRey
Menikah di Usia 38 Tahun, Aku Ingin Membalas Cinta yang Luar Biasa
Bapak hanya sanggup menghadiri saat akad nikah saja.
ilustrasi ayah dan anak perempuan/copyright by SUKJAI PHOTO (Shutterstock)
Ada Cinta Luar Biasa di Balik Kerja Keras Seorang Ayah
Bapak adalah seseorang yang tidak pernah memikirkan diri sendiri.
Saatnya untuk berhenti galau./Copyright shutterstock.com
Waktu Membuat Ayah Terus Menua, tapi Aku Belum Bisa Membuatnya Bahagia
Punggung yang kuat itu, kini berubah menjadi lemah.
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/K-Angle
Ayah, Meski Kupilih Keyakinan Berbeda tapi Cintaku Tetap Sama
Semoga kita bisa bertemu kembali begitu saatnya tiba.