Biografi Ruth Sahanaya Selesai Hanya Sebulan

Joanzen Yoka diperbarui 11 Mei 2015, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Jika diceritakan, kisah hidup Ruth Sahanaya mungkin takkan ada ujungnya. Nyatanya, ada keajaiban yang terjadi sehingga kisah hidup penyanyi berdarah Ambon ini dapat dirangkum dengan apik hanya dalam waktu sebulan.

"Saya punya waktu sebulan nyusun dan diserahkan penerbit 3 minggu lebih sedikit. Semua hitung mundur karena ada program konser album dan buku ini," kata Tamara Geraldine, selaku penulis buku Tiga Kali Sepuluh, saat ditemui di De La Rossa, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015).

Untungnya, tidak sulit bagi Tamara untuk menceritakan kisah hidup Ruth Sahanaya, karena ia sudah mengenal Diva yang biasa dipanggil Uthe ini selama karirnya. Tapi tetap saja Tamara merasa tertantang karena harus menulis kisah yang sama sekali belum pernah didengar orang lain.

"Kembali lagi kita sudah saling kenal bagaimana Uthe berkarya dan bertutur, segalanya jadi dimudahkan. Susahnya tulisan yang di buku belum pernah ditulis, ada delapan folder kliping dia yang pribadi dan ada yang prestasi. Saya baca supaya gak sama," ungkap Tamara.

Meski membuat buku biografi bukan keahlian Tamara, namun ada kekuatan yang diandalkan sang penulis. Uraian kata-kata berbentuk cerpen yang akan mengajak para pembaca masuk ke dalam cerita hidup Ruth Sahanaya.

"Buku ini tingkat kesulitannya tinggi kalo dilihat dari genre, karena buku biografi. Buku biografi bukan spesialisasi saya, saya hanya cerpen. Saya punya kekuatan cerpen dan cerita hidup Ruth Sahanaya seperti cerpen," tandasnya.