Editor Says: Valak dan Realitas Cinta yang Lebih Seram Darinya

Febriyani Frisca diperbarui 24 Jun 2016, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Hampir dua bulan lebih sejak perilisan teaser film Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC2), jagat media sosial tempat masyarakat modern bernaung dibanjiri akan meme dua sejoli dalam film tersebut, siapa lagi kalau bukan Rangga dan Cinta? Bayangkan berapa banyak meme dengan, maaf, humor receh menghajar linimasa media sosial tanpa ampun. Sebagai bagian dari masyarakat modern yang lebih pilih nggak jajan daripada nggak beli kuota internet, Anda pasti paham betul fenomena ini, bukan?

Perlahan tapi pasti, sederet jokes meme AADC2 yang tak lagi lucu itu pun menghilang setelah berbulan-bulan beranak pinak di media sosial tergantikan oleh boneka warna-warni bernama Teletubbies dan yang paling hits belakangan ini adalah sosok hantu biarawati dari film The Conjuring 2 bernama Valak. Ya, saya ingat betul, baru sehari filmnya rilis, esok harinya, orang-orang yang telah menonton film itu tepat waktu telah menyebarkan jokes berupa meme Valak di media sosial dengan berbagai versi.

Memang dasar netizen yang ‘Maha Kreatif’, sosok iblis yang dalam tiga kitab kuno dikisahkan begitu jahat dan seramnya melebihi perempuan lagi PMS saja, masih bisa dibikin bahan lelucon. Bukan kali ini saja, sih. Sebelumnya, hantu lokal seperti Mbak Kunti dan Mas Pocong pun pernah dapat giliran, meski tidak se-massive Tante Valak kali ini.

Walau jadi bahan bully-an di media sosial, namun jika bertemu aslinya di malam yang sunyi, sepi, sendiri plus gelap gulita tanpa pendar cahaya, saya berani jamin, Anda pasti bakal mengkerut. Ya, minimal biji mata Anda bakal keriput atau membuat Anda tiba-tiba sakit perut. Oke sip.

Namun, ingatlah, wahai orang-orang beriman, seseram apapun Valak, Valak hanyalah Valak. Hantu yang datang tanpa izin RT setempat dan membuat kerusuhan di dunia manusia, baik nyata maupun maya. Masih ada hal lebih patut kamu takuti kehadirannya ketimbang Valak yang makeup-nya terlalu tebal persis seperti cabe-cabean. Salah satunya ialah realitas cinta. Jreng! Jreeeng!

Kedengarannya mungkin sepele, namun jika kamu pikir-pikir, ingat-ingat, dan telaah lebih dalam, kehidupan percintaanmu yang absurd itu jauh lebih menyeramkan dari Valak. Masih mau mengelak? Coba intip empat kepedihan di berikut ini. 

Realitas Cinta yang Lebih Seram dari Valak

Diputusin saat lagi sayang-sayangnya. Kepahitan cinta yang satu ini saya rasa akan selalu hits pada setiap generasi. Hemat saya, realitas cinta semacam ini hanyalah soal waktu. Jika Anda telaah lebih jauh hingga ke negeri Kanguru, muara sebuah hubungan itu adalah kata "putus", namun dari muara ini akan muncul percabangan baru yang saya yakin Anda sendiri telah mengetahui ke mana arahnya. Yap! Putus menjadi sepasang kekasih lalu menjadi sepasang halal, atau justru putus dalam arti harfiah dan membuat hubungan dua anak manusia bubar jalan.

Kalau Anda pernah mendengar kalimat "manusia diciptakan berpasang-pasangan", percayalah jika kalimat itu fakta sejadi-jadinya. Bukan hanya perihal laki-laki dan perempuan atau cantik dan tampan. Namun juga soal si Budiman (selanjutnya disebut A) dan si Hahingan (selanjutnya disebut B) juga memiliki peran penting dalam poin ini.

Menurut pengamatan saya sebagai pecinta kelas newbie, fase "lagi sayang-sayangnya" terhadap pasangan biasanya terjadi pada tiga bulan pertama masa pacaran. Nah, saat si A sedang cinta-cintanya, si B justru menemukan hal-hal tak menentramkan hati dari pasangannya. Lalu, terjadilah bisikan-bisikan setan agar si B memutus si A dengan alasan seada-adanya. Coba Anda bayangkan. Lebih seram dari Valak, bukan? Atau mungkin Anda pernah merasakan?

Saya pernah.

Ditikung sama sahabat sendiri. Di dunia perlalulintasan, tikung menikung, salib menyalib, dan ngobrol di jalan adalah hal biasa. Namun tetap saja menyebalkan kalau terjadi tidak sesuai aturan. Apalagi kalau ditikung sahabat sendiri. Sakit hati ini, Kak. 

Sahabat yang seyogyanya bisa ikut berbahagia di atas kisah-kisah mendebarkan dada yang dirasakan oleh sahabatnya, justru memanfaatkan kisah tersebut untuk mengetahui lebih dalam situasi terkini agar bisa bergerak cepat dan tepat. Si sahabat lengah, disikatlah itu si 'ikan asin bulu ayam' di meja. Ketimbang disebut sahabat, orang-orang seperti demikian lebih cocok disebut laler.

Mungkin kesalahan semacam ditikung oleh sahabat sendiri ini terbilang relatif. Banyak kemungkinan yang bisa ditarik menjadi penyebab. Namun, yang pasti, dalam urusan percintaan, yang cuma bisa mengingatkan makan akan kalah dengan dia yang mengajak, membawakan, dan membayari makan. Kan, gitu. Cinta tak butuh banyak omong, Bung! Memangnya situ anak LDR?

Itu salah satunya. Masih ada beberapa salah salah lainnya yang tak perlu menyalahkan orang lain. Salahkan saja bapak yang punya burung. *lanjut bangun candi*

Cuma dianggap kakak atau teman di saat hati mengharapkan jadian. Kisah cinta bertepuk sebelah tangan seperti pada poin ini bukan hal baru dalam daftar realitas cinta anak muda generasi iPhone 6s plus. Sebut saja kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi, atau jika butuh contoh yang lebih masa kini, ingat-ingatlah kisah Ivan Gunawan dan Ayu Ting-ting yang kerap muncul di tayangan infotainment televisi kesayangan Anda. Itu juga kalau Anda mengikuti serialnya.

Beberapa orang mungkin bisa bertahan hidup karena makan, namun ada juga tipe-tipe orang yang hidup karena adanya harapan. Ya, dari secercah harapan, seseorang bisa menghidupi hidupnya. Contohnya? Liat saja orang-orang yang sedang jatuh cinta. Menggantungkan harapan setinggi pesawat mabur, mereka rela melakukan apa saja agar calon pasangannya bahagia. Baru calon, lho ini.

Namun, sedihnya, ketika si calon pasangan diberi kode 'pertanggungjawaban' atas harapan dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan, dia justru bilang "aku seneng deh punya teman sebaik kamu" atau "aku udah anggap kamu kayak kakak aku sendiri". Di sinilah kita baru sadar, bahwa meminta perlindungan pada Tuhan tak hanya sekadar minta dilindungi dari godaan setan semacam Valak, namun juga minta dilindungi dari jebakan cinta semacam "cuma dianggap teman di saat hati mengharapkan jadian". 

Naudzubillahimindzalik

Ternyata Anda cuma jadi selingkuhan. Selingkuh dan diselingkuhi bisa jadi memiliki arti yang bersifat relatif. Tergantung dari bagaimana Anda memaknai interaksi dan kebersamaan dengan orang lain. Namun, yang perlu Anda ketahui, menjadi selingkuhan itu mutlak, terlebih jika Anda menyadarinya.

Berengsek memang, namun lebih kacau lagi ketika Anda tidak menyadari jika posisi Anda adalah sebagai orang ke-tiga di saat Anda sedang cinta-cintanya dengan si dia. Sebagai manusia yang tercipta dengan akal sempurna, Anda tentu bisa memilih; pergi atau bertahan dengan sedikit ancaman, seperti Kaka Slank di lagu Terserah.

 "Cepat, cepat jangan terlambat jangan lama-lama, waktu terus berjalan, sekarang aku butuh kepastian. Dan ini ini saat ini waktu yang tepat jangan tunggu sampai aku berpaling ke gadis yang lain."

Akhir kata, sebagai pecinta kelas newbie, saya hanya bisa menyebutkan empat kepedihan realitas cinta anak manusia yang kerap terjadi di setiap generasi. Jika Anda pecinta kelas berat yang telah melanglang buana hingga ke Negeri Unta, mungkin bisa menambahkannya. Monggo. 

Tabik!

Febriyani Frisca

 

Editor Kanal Unique Bintang.com

What's On Fimela