Kenangan Sang Bunda Soal Sosok Mike Mohede

Rivan Yuristiawan diperbarui 01 Agu 2016, 08:40 WIB

Fimela.com, Tangerang Selatan Penyanyi muda bertalenta, Michael Prabawa Mohede atau yang dikenal publik dengan nama Mike Mohede baru saja menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu, (31/7/2016) lantaran serangan jantung. Sang bunda, Amin Yudhayani masih menunjukkan raut wajah sedihnya. 

Dengan raut wajah sedih, Amin yang sempat menemui awak media pada Senin (1/8/2016) pagi mengenang sosok Mike sambil meneteskan air mata. Menurutnya, sosok sang putra yang dinilainya sangat perhatian terhadap dirinya. 

 

"Mike itu anaknya paling humble di keluarga, enggak pernah marah. Kalo keluar (kerja) selalu inget saya, bawain oleh-oleh kayak kain, pernak-pernik gitu," kenang Amin Yudhayani di rumah duka di Komplek Kuricang, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Senin (1/8/2016). 

Selain itu, mengenai saat-saat terakhir Mike sebelum meninggal, Amin mengatakan jika kondisi putranya dalam keadaan sehat. Ironisnya, kata-kata terakhir Mike yang diingat Amin sebelum putranya meninggal adalah sang anak mengatakan lelah dan ingin tidur sebelum benar-benar ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di rumahnya. 

"Sebelum meninggal abis bangun tidur dia sempet keluar, kemudian dia pulang sama temennya terus dia bilang cape, mau tidur, trus ditemuin udah enggak ada," Amin menceritakan sambil menangis.  

Mike Mohede meninggal dalam usia 32 tahun pada Minggu (31/7/2016) setelah diduga mendapatkan serangan jantung di rumahnya. Sebelum dipastikan meninggal, Mike terlebih dahulu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Premier
Bintaro. 

Saat ini jenazah masih di semayamkan di rumah duka di Jalan Kuricang Raya 6C-1/21 Bintaro, Tangerang Selatan. Berdasarkan info yang beredar, jenazah akan dimakamkan pada Selasa, 2 Agustus 2016di TPU Tanah Kusir, berdekatan dengan makam sang ayah.