Intip Warisan Budaya Indonesia di Balik Kain Tenun Ende

Ega Maharni diperbarui 19 Des 2016, 09:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Sekelompok perempuan yang memiliki kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Peduli Wastra Indonesia menggelar pameran Pesona Kain dan Budaya Ende dilaksanakan di Museum Seni Jakarta pada tanggal 14-20 Desember 2016.

Pameran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan mengingatkan masyarakat Indonesia akan warisan budaya kain tenun ikat Ende yang beragam dan indah, sekaligus adanya penggalangan dana yang akan digunakan sepenuhnya untuk membantu program revitalisasi museum tenun Ende dan mendukung program pemberdayaan para pengrajin tenun Ende.

Kain tenun Ende, Flores, Nusatenggara Timur merupakan warisan tradisi yang terwaris. Kain tenun Ende memiliki ciri khas tersendiri. Kain Ende mempunyai warna khas yaitu warna coklat gelap. Motifnya kecil dan ada salur hitamnya, terdiri dari motif dan ragam hias. Motif itu disebut dengan kepala kain, dan ragam hias disebut kaki kain.

Menurut Sere Aba, selaku Pemerhati Sosial Ekonomi untuk kain Tenun, saat ini, kain tenun Ende kehilangan momentum untuk berkembang, kain tenun Ende kerap dianggap hanya menjadi komoditas saja, padahal makna dibalik kain tenun Ende sangatlah beragam yang seharusnya menjadi khazanah dan kekayaan kebudayaan nasional yang multikultur.

"Hilangnya kesadaran, orentasi dan makna terhadap budaya dan tradisi membuat kain tenun Ende kurang diketahui oleh masyarakat Indonesia, terutama generasi mudanya, ditengah gencarnya bermunculan budaya-budaya modern yang adoptif," tambahnya.

Sebagai wujud apresiasi akan warisan budaya Indonesia serta membantu para pengrajin kain tenun Ende, Musa Widyatmodjo, Perancang Busana Indonesia membuat rancangan pakaian yang dibuat dari kain tenun Ende.

Semua hasil pakaian rancangannya akan dilelang dan dana yang didapat pun di gunakan sepenuhnya untuk membantu program revitalisasi Museum Tenun Ikat Ende demi mendukung program ekonomi kreatif dan pemberdayaan para pengerajin tenun di Kabupaten Ende.

What's On Fimela