Berikut beberapa tweet dari para fans penyanyi berusia 16 tahun ini:
"you have a 3D movie? do 86 concerts? sell out MSG in 22 minutes? have 7mil followers? no? uh..why da f**k you win a grammy?"
"@ESPESPALDING @THEGRAMMYS Congrats u ppl! U just crushed a 16yr old boys dreams...hope ur proud of urselves! -_- #JustinDeservedIt"
"So, @EspeSpalding just won with less than 10,000 followers on twitter. LOL. Sorry, I must have accidently turned my t.v to Punk'd. #Grammys"
"@EspeSpalding hate u"
Ini bukan kali pertama fans Justin Bieber protes keras akan sesuatu yang berhubungan dengan artis pujaan mereka. Saat foto ciuman Justin dan bintang Disney, Selena Gomez, tersebar di internet, twitter penuh dengan ancaman dari para Belieber. (Salah satunya: "...like i'mm kill myself cuz i saw you and Justin kissing well thankyou Selena thankyou now i'm killing myself.") Kim Kardashian juga sempat menerima ancaman yang sama setelah pada sebuah photoshoot, dirinya dan Justin Bieber dalam sebuah majalah mempertontonkan “kemesraan”.
Kenapa hal seperti ini bisa diterima, saat figur publik lain akan mendapat kecaman saat fans mereka menunjukkan reaksi yang keras terhadap sesuatu? Kim Kardashian hanya menertawakan ancaman yang menimpa dirinya, sementara tweet anti Esperanza Spalding hanya dipandang sebelah mata.
Bisa jadi hal ini ada hubungannya karena para fans yang marah tersebut adalah anak-anak perempuan usia sekolah dasar dan menengah, yang kemungkinannya kecil untuk melanjutkan kemarahan dan obsesi mereka di luar dunia maya. Mungkin akan lebih baik jika Justin Bieber mengumumkan pernyataan yang – one would hope – mengungkapkan ketidaknyamanan-nya atas reaksi para fans. Akan menjadi lebih baik juga, jika orangtua juga mengawasi penggunaan internet anak-anaknya.
(dari berbagai sumber)