Tahun ini menjadi kali keempat Maia melewati perayaan kemenangan Idul Fitri tanpa dilingkupi kehadiran ketiga putranya. Semuanya belum banyak berubah bila membicarakan bagaimana susahnya bertemu anak-anak yang kini masih tinggal dengan mantan suaminya. Dhani Ahmad, yang membatasi frekuensi pertemuannya dengan anak-anak.
“Aku cuma dikasih jatah ketemu dengan anak-anak tiap sebulan sekali. Tapi, untungnya sekarang anak-anak sudah dikasih mobil, jadi mereka bisa curi-curi kesempatan untuk ketemu denganku. Mereka kalau mau pergi harus tetap pamit, tapi kan bisa mampir ke rumahku. Aku pribadi nggak keberatan dengan cara bertemu yang ngumpet-ngumpet seperti ini, aku anggap saja ujian. Manusia diciptakan dan hidup dengan ujiannya masing-masing, jadi aku jalani saja dengan santai.”
Memang nggak ada perubahan situasi drastis tahun ini untuk Maia, tapi makna kebersamaan yang ada setiap hari raya berlangsung, nggak hilang dari kehidupannya.
“Yang berubah dari Lebaran dulu dan sekarang cuma nggak ada anak-anak dan suami, tapi maknanya tetap sama berharganya. Setiap bulan puasa pasti semuanya ngumpul dan setiap Lebaran rumahku jadi basecamp untuk ngumpul, dimana siang semua keluarga berdatangan dan malamnya teman-temanku yang datang. Karena aku tahu hidup adalah ujian, aku tetap bisa bersyukur masih bisa ketemu anakku walaupun sembunyi-sembunyi dan masih bisa lihat anakku tumbuh sehat. Masih banyak orang yang lebih menderita daripada aku, jadi jangan terlalu membesar-besarkan masalah. Aku nggak mau membuat hidupku banyak keluhan, karena ketika banyak keluhan akan menarik energi negatif untuk diriku sendiri.”
Pernyataan Maia barusan seperi menggarisbawahi bahwa hidupnya sungguh baik-baik saja. Malah, yang ia rasakan sekarang hanya kebahagiaan.
“Lima tahun terakhir ini, aku justru lebih bahagia. Dengan mendapatkan ujian rumah tangga seperti ini, aku jadi lebih bisa mendekatkan diri pada Allah, karena dulu, aku malah nggak kenal dengan Allah. Sekarang, setiap dapat cobaan, aku langsung cari jawabannya di Al-Quran dan langsung menemukan jawabannya. Saat menikah dulu, Mas Dhani memang pintar teori agama, tapi implementasinya nggak.”
"Mas Dhani memang pintar teori agama, tapi implementasinya nggak.”
Lalu, kapan Maia akan memberi kabar bahwa ia siap untuk berhubungan lagi dengan laki-laki? Mendapat pertanyaan ini, Maia punya jawabannya sendiri.
“Aku lebih bahagia menjadi single daripada menikah atau berpacaran. Itu terbukti dari sudah lama aku nggak berpasangan dan jadi ada semacam keengganan untuk mencoba berhubungan lagi karena nggak ingin ribet. Aku sadar sepenuhnya, dalam sebuah rumah tangga memang pasti akan ada ujian, entah suaminya jatuh sakit, perselingkuhan, atau anak-anak nakal nggak bisa diatur, dan nggak semua pasangan bisa menjalaninya dengan mulus. Pengalamanku yang kemarin, cukup memberi pelajaran bahwa nggak ada yang namanya pasangan yang cocoknya 100%. Walaupun begitu, aku sama sekali nggak bosan selalu ditanyai tentang masalah rumah tangga oleh orang-orang, karena aku ingin berbagi pada banyak perempuan tentang pengalaman dan semangatku.”
(Baca juga, "Maia Estianty: Bisnis Dengan Suami ada Enak Tidak Enaknya")