Suntik Vitamin C, Kebutuhan atau Tren?

Fimela Editor diperbarui 22 Feb 2012, 08:59 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Dipatok mulai dari puluhan hingga ratusan ribu sekali suntik, suntik vitamin C laris manis. Sayang, saking banyaknya peminat, salon-salon kecantikan menyediakan jasa penyuntikan vitamin C tanpa pendampingan dokter. Bahkan, kapster salon sendirilah yang melakukan penyuntikan. Padahal pemberian vitamin ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli agar tidak terjadi kesalahan penyuntikan.

“Ini sudah ke-2 kalinya saya suntik vitamin C. Sebenarnya lebih karena ingin kulit bersih tanpa ribet pakai produk kecantikan yang bermacam-macam. Harganya sendiri kalau dihitung-hitung hampir sama. Ya sudah, sekalian coba-coba siapa tahu hasilnya benar-benar bikin puas. Kok ramai dibahas, ya? Apa bagus? Sejauh ini efek yang saya rasakan, sih, lebih fresh,” aku Angel (28 tahun) pada tim FIMELA.com saat ditemui di sebuah salon kecantikan.

Berbeda dengan Angel, di salon kecantikan yang sama, Retranaya (22 tahun) mengungkapkan alasannya suntik vitamin C, “Aku ngikutin yang lagi in sekarang. Ini suntik ke-9 kalau nggak salah. Pertama juga karena diajak teman. Kita berempat waktu itu. Kulitku juga nggak bermasalah, sih. Paling cuma buat senang-senang, isi waktu di sela-sela kuliah. Kalau hasilnya oke, ya anggap aja bonus.”

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

 

Berencana suntik vitamin C juga? Baca dulu yang berikut!

Suntik vitamin C dilakukan dengan cara memasukkan vitamin C melalui pembuluh darah. Dibandingkan konsumsi oral, cara injeksi lebih efektif karena vitamin langsung masuk ke darah tanpa khawatir kadar vitamin, terutama asam askorbat, yang mudah larut dalam air ini hilang seperti saat proses metabolisme secara oral. Selain itu, suntikan juga digunakan sebagai solusi iritasi lambung yang biasanya diderita pengonsumsi vitamin C secara oral.

"Sebelum memutuskan melakukan suntik vitamin C, sebaiknya periksakan dulu kesehatan hati, ginjal, dan kadar gula darah,” saran dr. Diah Syarifah dari Prodia. “Tiap orang berbeda dosis suntikannya, ditentukan dari berat badan. Suntik ini pun sebaiknya dilakukan minimal untuk orang yang berusia 20 tahun karena metabolismenya sudah sempurna," tambah dr. Diah.

Menurut dr. Alyya Siddiqa, Sp.FK., kebenaran mengenai manfaat vitamin C yang dapat membunuh sel kanker tanpa mengganggu sel sehat dan dosis besar vitamin C yang tak menimbulkan gangguan pada fungsi ginjal masih dalam tahap penelitian. Jadi, tetap ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat dan banyaknya suntikan yang harus kita lakukan. Ini untuk meminimalisasi hal yang tak diinginkan.

Vitamin C merupakan antioksidan utama dari semua jenis vitamin yang melawan radikal bebas yang berperan menyebabkan masalah seputar kulit, seperti penuaan dini, kulit kusam, dan munculnya flek hitam. Vitamin C juga berperan meningkatkan sistem imun tubuh terhadap penyakit, mengatur fungsi tubuh serta penyerapan zat gizi tertentu. Suntik vitamin C bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencerahkan kulit karena merangsang proses regenerasi sel-sel. Tapi, bukan berarti setelah rutin suntik vitamin C, masalah kulit kusam lenyap selamanya. Untuk menjaga kondisi kulit tetap baik, buah dan sayur jadi menu sehat utama yang wajib ada setiap hari.

Jangka waktu suntik vitamin C juga bervariasi, tergantung kondisi kulit. Ada yang 1 bulan sampai 3 bulan sekali, ada juga yang sebulan 2 kali. Dr. Diah kembali menyarankan, sesudah suntikan ke-6 sampai 8, ada baiknya berhenti dulu untuk mengistirahatkan ginjal.