Krisis Ekonomi Uni Eropa Mengancam Indonesia!

Fimela diperbarui 30 Jan 2013, 12:30 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Indonesia berpotensi terkena krisis lagi! Pernyataan ini didukung oleh fakta yang dijabarkan Aviliani, ekonom dari InDEF (Institute for Development of Economics and Finance). “Kalau di Eropa ada negara yang utangnya jatuh tempo, orang ketakutan mau menaruh uang dimana pun. Jika kecenderungan di sana beritanya buruk, investor asing mengambil uang di pasar modal kita,” jelasnya. Contohnya, saat investor asing yang menarik dana berjumlah cukup besar sewaktu krisis di Yunani tahun lalu, Indonesia berpotensi krisis. “Beruntung BI cepat tanggap, sehingga tidak terjadi likuiditas,” ujar Aviliani. Faktanya, sewaktu krisis lalu orang cenderung ingin memegang uang cash karena merasa lebih aman. Sewaktu Jerman menawarkan akan membantu keadaan ekonomi tersebut, para investor asing kembali menaruh uang mereka. Tetapi, jika kabar dari salah satu negara Eropa, Italia misalnya, tidak bisa bayar utang mereka, kita harus mempersiapkan diri karena Indonesia terancam kena krisis lagi!

Bersiaplah, pasar Cina akan menyerbu Indonesia! Sebagai salah satu pengekspor terbesar, akan sulit bagi negara Cina untuk memasuki wilayah Eropa dikarenakan krisis yang melanda. “Yang dikhawatirkan adalah dengan ditutupnya pasar Eropa karena krisis, maka barang-barang ekspor Cina akan dialihkan secara besar-besaran ke Indonesia,” jelas Ratna Sari Loppies, Ketua komite Tetap Hukum dan Pengamanan Perdagangan. Serbuan barang Cina tersebut membuat panik pasar domestik Indonesia. Karena, diprediksikan akan menurunkan jumlah produksi dan juga penjualan dalam negeri. Hal ini dapat memicu adanya kerugian finansial serta pengurangan tenaga kerja (PHK) yang menghasilkan melejitnya tingkat pengangguran. “Satu-satunya cara untuk mengantisipasi keadaan buruk ini adalah dengan menjaga daya saing dan juga pasar domestik dalam negeri,” tambahnya.

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

 

Di sisi lain, Indonesia tampak percaya diri menghadapi dampak dari krisis Eropa. Meskipun badai krisis sangat mungkin menular ke seluruh dunia, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini memperlihatkan potensi yang cukup besar untuk mengatasi hal tersebut. Negara kita ini ternyata telah mempersiapkan diri untuk kondisi buruk perekonomian dunia sejak tahun 2011. “Kami melihat bahwa kalau di anggaran kami sudah tersedia kompensasi. Kompensasi itu juga kalau diperlukan bisa dikonversi untuk keperluan lain,” jelas Menteri Keuangan, Agus Martowardojo. Hal ini juga ditegaskan oleh pihak Bank Dunia, yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap positif meski ekonomi dunia melemah pada tahun 2013. Stefan Koeberle, World Bank Country Director untuk Indonesia, menyatakan bahwa negara telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen tahun 2012 lalu. “Diperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan sedikit meningkat, menjadi 6,3 persen di tahun 2013,” tambahnya. Meskipun begitu, kita tetap harus waspada terhadap kondisi perekonomian dunia yang masih terbilang rentan ini.