Tips Sehat: Siasati Jam Tidur Saat Puasa untuk Kurangi Emosi, Lapar, dan Risiko Celaka

Fimela Editor diperbarui 01 Jul 2013, 06:00 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Buat kamu yang melaksanakan ibadah puasa, perubahan yang akan cukup memberatkan adalah adanya perubahan pola tidur. Jika biasanya kamu bisa tidur tanpa harus terbangun saat dini hari maka saat Ramadhan, aktivitas sahur akan mengganggu pola tidurmu sehari-hari. Karena itu, penting buat kamu mempersiapkan tubuh untuk menghadapi perubahan pola tidur selama satu bulan penuh. Tips sehat tentang tidur berikut mungkin akan mengejutkanmu.

Kurang tidur menjadi biang kecelakaan

Saat ditemui di tempat praktiknya di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, dr. Andreas mengatakan betapa ia menyayangkan masyarakat yang masih tidak memedulikan kesehatan tidur. “Untuk masyarakat Indonesia, tidur masih menjadi prioritas terakhir. Bagi kebanyakan orang, tidur merupakan kegiatan yang tidak produktif. Dan satu-satunya aktivitas yang mudah dikorbankan demi kegiatan lainnya adalah tidur. Padahal, perubahan pola tidur yang harus terjadi selama puasa bisa berakibat fatal nantinya,” ujar dokter yang mengelola akun twitter @IDTidurSehat ini.

Mayoritas masyakarat urban yang berkendara ketika melakukan mobilisasi membuat perubahan pola tidur selama puasa semakin mengancam nyawa. “Agar tubuh tidak kaget dan bisa menghadapi perubahan pola tidur yang akan terjadi selama Ramadhan, perlahan mulailah untuk mulai membuat pola tidur mendekati pola tidur yang akan dijalani ketika Ramadhan. Cobalah untuk tidur lebih awal dari biasanya. Penyesuaian ini sangat mungkin dan bisa dilakukan asal ada kemauan dan mau memprioritaskan tidur,” saran dr. Andreas.

3 dari 4 halaman

Next

 

Berkendara saat kurang tidur maka…

dr. Andreas mengatakan bahwa berkendara saat mengantuk sama fatalnya dengan berkendara ketika mabuk. Dokter Andreas mengatakan bahwa satu minggu awal ketika puasa, biasanya angka kecelakaan lalu lintas akan meningkat dan kurang tidur adalah penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan.

“Angka yang ditunjukan pada operasi ketupat mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh ngantuk bisa 2 kali lipat dari angka kecelakaan yang disebabkan oleh faktor sarana dan prasana yang tidak layak. Jadi, bisa terbayangkan bagaimana pentingnya memerhatikan kesehatan tidur. Kesehatan tidur selama puasa sangat penting. Sekitar satu minggu tubuh harus membuat penyesuaian pola tidur yang berubah tiba-tiba,” ujarnya.

Kurang tidur sebabkan haus, lapar, dan emosi saat puasa

Kecelakaan merupakan risiko terfatal yang bisa disebabkan oleh kurang tidur. Selain itu, ternyata tantangan-tantangan berat yang harus dihadapi selama puasa, seperti haus, lapar, dan tingkat emosi yang tidak stabil bisa disebabkan oleh perubahan pola tidur yang membuat tubuh kurang tidur.

4 dari 4 halaman

Next

 

“Perubahan pola tidur yang mendadak membuat orang merasakan ngantuk dan lemas ketika puasa. Emosi yang meledak-ledak selama puasa dan rasa lapar pun bisa disebabkan karena tubuh kurang tidur. Jika tubuh mendapatkan istirahat yang cukup maka tantangan seperti haus, lapar, emosi, dan mengantuk bisa diminimalisasi atau bahkan dihindari. Orang yang kurang tidur, nafsu makannya cenderung susah dikontrol. Itulah sebabnya saya selalu menyarankan untuk memerhatikan kesehatan tidur,” dr. Andreas memberi saran.

Lunasi utang tidur ketika puasa dengan?

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika Ramadhan, jam tidur malam hari cenderung berkurang. Undangan acara buka puasa bersama, ibadah tarawih dan segudang kegiatan lainnya membuat kamu baru bisa beristirahat saat malam sudah larut. Padahal, ketika dini hari, kamu harus kembali terjada untuk menunaikan sahur hingga waktu subuh menjelang.

“Untuk membayar utang dan kekurangan tidur, manfaatkan waktu senggang di kantor untuk tidur. Saat jam makan siang, usai ibadah, manfaaatkan waktu untuk tidur selama mungkin 20 menit. Tidur selama 20 menit sangat membantu untuk menyegarkan tubuh sehingga kamu bisa kembali lagi bekerja dengan produktif. Daripada menghabiskan sisa waktu istirahat dengan ngerumpi, lebih baik manfaatkan waktu tersebut untuk tidur,” sarannya.

So, sudah siap untuk menghadapi perubahan pola tidur selama satu bulan ke depan, Fimelova?