Vemale.com - "Ada lho, sampai orang Jepang mau belajar sama kita untuk bagaimana memasak Gurame Terbang. Kita juga nggak mau mematenkannya, bukannya apa-apa. Kalau dipatenkan, bagaimana nanti usaha-usaha orang lain yang sejenis. Itu artinya kita sama saja menutup usaha mereka," kata Director marketing & Development Dapur Sunda, Endah Kaniasari saat penandatangan MoU dengan Sriwijaya Air di restauran Dapur Sunda, Cipete, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Untuk itulah, Dapur Sunda berusaha memanfaatkan kondisi ini dengan menjalin kerja sama dengan Sriwijaya Air. Bentuk kerja samanya adalah dengan saling memanjakan anggota member masing-masing perusahaan. "Jadi buat membernya Sriwijaya bisa makan di Dapur Sunda dengan diskon 10-15%. Begitu juga sebaliknya, bagi member Dapur Sunda bisa mendapatkan potongan tiket sebesar 10%. Saling memberikan benefit lah," ujar Endah yang juga putri pemilik restoran yang sudah memiliki 8 gerai ini.
Untuk ke depannya, Dapur Sunda pun akan mencoba melebarkan sayapnya dengan membangun beberapa restoran di luar Jakarta. Namun, Endah mengatakan jika dirinya tak ingin terjun langsung membangun restorannya. "Kita akan bekerjasama dengan pihak yang di sana. Intinya kita akan membangun kemitraan dengan pengusaha yang mau kerja sama dengan kita, semacam franchise," ujar Endah.
Pelebaran sayap restorannya ini, diakui Endah memang memiliki segi idealis yang berbeda. Meski, masakannya hanya sebatas masakan Sunda, dirinya ingin lebih memperkenalkan masakan khas tersebut untuk bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia dari berbagai ragam lainnya.
"Kita juga ingin memperkenalkan masakan Sunda ke seantero Nusantara. Menu yang kita buat memang hadir dari dapur kita sendiri. Awal mulanya, ibu saya yang membuatnya, hingga sampai seperti ini," ujar Endah yang menjelaskan berdirinya restoran Dapur Sunda ini ada sejak tahun 1986. (vem/adt/bee)
What's On Fimela
powered by