Tips Mengenalkan Sinterklas Pada Anak

FimelaDiterbitkan 24 Desember 2009, 07:00 WIB

Oleh: Agatha Yunita

Tanpa peduli mitos dan berbagai cerita yang ada di balik sosok ini, Sinterklas memang selalu dinanti. Tahun demi tahun ia selalu muncul di film, lagu, kartu Natal, di gereja bahkan di mall-mall. Untuk apa? Apalagi kalau bukan membagikan hadiah.

Konon katanya, Sinterklas selalu membagikan hadiah pada anak-anak penurut, sesuai dengan keinginan mereka. Terbayang di benak kita, jika dulu mungkin kita menginginkan hadiah mobil-mobilan dari kayu, kini sepertinya hadiah itu tak akan ada di daftar anak-anak. Hmm... tentu saja sudah digantikan dengan PSP atau Blackberry. Eh nggak menutup kemungkinan lho, benda itu yang disebut oleh anak-anak. Teknologi kan sudah maju dan jaman sudah modern, jadi bolehlah kalau itu masuk dalam wish list mereka.

Sebelum bicara ngelantur soal wish list, kita kembali lagi yuk pada sosok Sinterklas tadi. Sosok yang mungkin sudah dikenal baik oleh kita, tetapi tidak oleh anak-anak kita yang sangat cerdas.

Terkadang kita akan bingung, bagaimana menjelaskan sosok Sinterklas pada anak-anak ya, apalagi jika anak Anda adalah sosok kritis yang selalu bertanya estafet tak ada habisnya sampai ia merasa puas. Repot bukan kalau bertemu dengan anak seperti itu? Bersyukur saja karena anak Anda adalah cerdas, jadi jangan malah ngomelkalau mereka banyak bertanya.

Supaya Anda tak terlalu bingung dengan pertanyaan Sinterklas ini, WomanOnlyakan memberikan Anda beberapa tips yang akan membantu Anda. Yuk kita lihat:

1. Mitos Sinterklas dan Anak

Anda harus cermat melihat keadaan, pertimbangkan usia anak Anda saat Anda menceritakan kebenaran tentang Sinterklas. Membual memang tidak patut diajarkan pada anak, tetapi masak sih Anda akan menjelaskan sejarah Sinterklas pada anak 2 tahun Anda?

Susun sebuah strategi, cerita Sinterklas versi mana yang akan Anda ceritakan setiap tahunnya. Tetapi jangan terlalu menambahkan bumbu kebohongan, berikan saja beberapa cerita yang memotivasi.[break]

2. Saatnya Santa Nikolas

Nah jika si kecil sudah cukup dewasa dan mengerti sejarah Santa Nikolas, Anda bisa berbagi dengan mereka. Sebenarnya Sinterklas adalah bagian dari tradisi yang memeriahkan Natal, sedangkan cerita nyata soal Santa Nikolas adalah kisah inspiratif yang menambahkan semangat Natalpada diri masing-masing.

Usia berapakah mereka sudah bisa mengerti soal Santa Nikolas?

Ada baiknya tidak dalam usia dini, usia 7 - 8 tahun mungkin pas untuk mereka tahu sejarahnya dengan baik. Tetapi tetap jangan paksakan mereka mengubah impian dan khayalannya ya, karena semangat mereka adalah harta yang paling berharga dan tidak boleh kita rampas.

3. Kecewa Sinterklas tidak ada!

Hal ini normal terjadi, karena terkadang anak-anak sangat mendambakan dan mempercayai bahwa Sinterklas itu ada. Tetapi sekali lagi jangan buat mereka kecewa dan kehilangan semangat Natal. Bijaksanalah dalam menyampaikan cerita soal Sinterklas. Mungkin ada baiknya Anda mengenalkannya lewat buku, kemudian membahasnya bersama di bawah pohon Natal.

4. Sinterklas = semangat Natal

Bukan hanya sosok yang baik hati dan dermawan dengan hadiah, tetapi berikan pengertian pada anak Anda bahwa Sinterklas adalah contoh semangat Natal yang harus dimiliki dan tumbuh pada setiap orang. Tidak hanya berarti bagi anak-anak saja, tetapi Sinterklas juga berarti bagi orang-orang dewasa dan menumbuhkan semangat Natal di dalam hati mereka.

Jadi apakah Sinterklas hanyalah seorang penipu? Tidak! Sinterklas tidak pernah menipu! Sosoknya hadir dalam benak kita dalam wujud kakek tua baik hati, tetapi maknanya tetap satu 'Semangat Natal'.

Selamat hari Natal!

(vem/bee)

Tag Terkait