Vemale.com -
Sebelum tanggal 21 Januari 2009, bisa dibilang hanya segelintir orang saja yang mengenal sosok wanita 49 tahun ini. Namun, sejak penampilannya berhasil menggebrak panggung Britain's Got Talent, sosok wanita bernama lengkap Susan Magdalane Boyle ini pun langsung populer di seluruh jagad raya, termasuk dunia maya.
Langkahnya di panggung Scottish Exhibition and Conference Centre (Glasgow) hari itu memang sempat mengundang cemooh dari pihak penonton dan para juri yang salah satunya terkenal killer, siapa lagi kalau bukan Simon Cowell.
Hal itu bisa jadi karena wanita kelahiran 1 April 1961 ini hanya tampil dengan pakaian biasa saja, malahan cenderung mengarah pada kesan kuno. Selain itu, dari segi usia, Susan jelas 'terlalu tua' untuk bermimpi menjadi seorang idola. Ditambah lagi, keluguan Susan saat mengatakan bahwa ia bercita-cita untuk menjadi sama seperti Elaine Paige, aktris dan penyanyi Inggris yang cukup ternama dalam dunia pertunjukan teater musikal. Pernyataannya tersebut makin memicu riuhnya gelak tawa dan cemooh dari pihak juri dan penonton.
Yang mengagumkan, meski telah mendapat reaksi menjatuhkan dari berbagai pihak, wanita lajang ini tetap saja mengumbar senyumnya yang manis. Seolah-olah tak terganggu oleh cemoohan yang baru diterimanya, wanita bertubuh tambun ini menjawab dengan percaya diri pertanyaan juri tentang judul lagu yang akan ia bawakan, "I Dreamed a Dream".
Lalu, datanglah momen kemenangan itu. Momen yang mencelikkan mata semua orang bahwa di balik ketidak-berartian seorang Susan terkandung sebuah bakat yang ternyata sangat menakjubkan. Ketika lagu yang diambil dari kisah drama musikal LES MISERABLES tersebut mulai berkumandang dari bibirnya, semua orang yang tadinya mencemooh langsung terdiam. Sebagai gantinya, muncul berbagai reaksi takjub, mulai dari terperangah, melongo, hingga terpukau. Tak ada lagi gelak tawa meremehkan, sebab dalam waktu beberapa menit, semua orang terhipnotis oleh suara emas wanita asal Skotlandia tersebut.[break]
Hanya butuh waktu 3,5 menit bagi Sang Pencipta untuk mengubah hidup seorang Susan. Sejak hari itu, kehidupan Susan berbalik 180 derajat. Telepon rumahnya berdering hampir sepanjang hari, Susan bahkan mendapati banyak wartawan yang rela 'menginap' di depan rumahnya demi mengejar berita mengenai dirinya.
Susan yang sebelumnya pengangguran kini juga harus sering bepergian ke luar negeri untuk mengadakan tur. Susan yang dulunya hanyalah seorang pekerja sosial biasa di salah satu gereja Blackburn kini naik daun menjadi penyanyi ngetop yang laris manis. Bahkan Simon Cowell yang awalnya meremehkan, barusan malah memberi hadiah ulang tahun ke-49 senilai £4million atau sekitar Rp55 miliar, bagi pemenang runner up dalam Britain's Got Talent tersebut.
Keberanian Susan menunjukkan talentanya di depan publik hanya berdasarkan sebuah prinsip hidup yang dipegangnya, "Dreams don't expire" atau 'Mimpi tidak pernah kadaluwarsa'. Tekad inilah yang membuat wanita pemalu dan penyandang learning difficulties (kesulitan belajar) tersebut kemudian berani unjuk gigi.
Penampilan Susan dalam ajang cari bakat di Inggris malam itu jelas berhasil menyadarkan semua orang bahwa apa yang mungkin dianggap sampah oleh dunia, ternyata memiliki nilai lebih yang tak terbayangkan harganya. Apa yang dipandang remeh bisa membuat dunia merasa malu akan standarnya.
Kita juga diajar lebih lagi untuk tidak memandang isi sebuah buku hanya dari sampulnya luarnya saja. Kiprah Susan yang hanya 3,5 menit itu jelas telah meneriakkan motivator kuat bagi kita untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar mimpi. (vem/meg)
Oleh: Mega Aprilianti