4 Hal Remeh Tapi Penting Dalam Wawancara

FimelaDiterbitkan 28 Juli 2010, 07:00 WIB
Vemale.com - Sejak menerima telepon dari perusahaan yang menginformasikan bahwa Anda dipanggil untuk tes wawancara, Anda sibuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat wawancara, pergi ke salon merapikan (dan membuat formal) rambut Anda, mengulang kembali semua pelajaran kuliah Anda dan membaca selusin buku tips wawancara. Pada hari wawancara, Anda berlatih di depan kaca, mengulang kembali pelajaran kuliah dan pertanyaan plus jawaban yang biasa ditanyakan pada saat wawancara. Itu saja persiapan Anda? Sayang sekali jika jawabannya 'ya', karena Anda melewatkan 3 hal ini. 1. Pemanasan Dalam keadaan tegang, apalagi seorang diri, suara dan cara Anda berbicara bisa sangat berbeda dengan biasanya. Suara Anda bisa berubah menjadi lirih yang mengesankan tidak tegas, atau justru berubah meledak-ledak karena terpicu adrenalin yang membuat Anda tampak kasar dan mudah emosi. Lakukan pemanasan dengan mengobrol sebelum wawancara, atau jika Anda sendirian, teleponlah seorang sahabat dan cairkan ketegangan sehingga Anda dapat berbicara dengan natural, tegas dan jelas. 2. Rileks Tips ini tentu sudah sering Anda baca di semua tips wawancara. Ya, tapi tidak cukup hanya berpikiran rileks dan menenangkan degup jantung Anda. Ketika duduk di tempat wawancara, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah duduklah dengan nyaman. Kedua, posisikan diri bahwa Anda sedang menawarkan kemampuan diri Anda, bukan sedang memohon untuk diberi pekerjaan. Walaupun pewawancara biasanya mengondisikan suasana wawancara seperti atasan dan bawahannya, posisikan diri Anda sejajar dengan pewawancara sehingga percakapan dapat berlangsung dengan rileks. Yang perlu diingat adalah tetap menjaga kesopanan dan cara berkomunikasi yang baik. 3. Menawarkan kemampuan diri Seperti disebutkan di poin sebelumnya, Anda sedang menawarkan kemampuan. Walaupun banyak tips wawancara menyarankan Anda untuk jujur tetapi pada dasarnya, sebagai seseorang yang sedang tawar-menawar, Anda harus pintar-pintar menonjolkan sisi unggul diri Anda daripada menjabarkan semua kejelekan Anda. Contohnya ketika Anda ditanya apa kelemahan diri Anda, sebutkan kelemahan namun langsung tambahkan juga cara Anda mengatasinya. Tidak bisa dipungkiri, semua orang memiliki kelemahan, namun bagaimana Anda mengatasinya yang membuat Anda bernilai lebih. 4. Bersikap profesional Sikap Anda memberi kontribusi besar dalam penilaian keseluruhan. Oleh karena itu, walaupun posisi yang Anda lamar tidak membutuhkan sikap seperti halnya bagian Public Relation, tetap saja Anda perlu tersenyum, mengucapkan salam dan menatap mata pewawancara dengan percaya diri. Siapa sih yang hatinya tidak terebut jika melihat sosok tenang, tersenyum dan percaya diri di hadapannya? Para pewawancara kebanyakan bukan seorang penguji yang akan teliti memeriksa kebenaran jawaban Anda, dan impresi berperan penting dalam hal ini untuk memutuskan Anda layak atau tidak untuk dipilih. Empat hal ini sepertinya remeh bukan? Namun, percaya tidak, justru hal remeh ini yang sanggup membuat Anda dipertimbangkan sebagai rekan kerja yang menyenangkan dan berharga. (vem/miw)