10 Cara Obati Migrain Tanpa Obat

FimelaDiterbitkan 13 Desember 2010, 07:00 WIB
Vemale.com - Sakit kepala sebelah tak hanya mengganggu aktivitas, namun juga menyebabkan penderitanya mengalami mual, muntah, gangguan penglihatan, hingga leher kaku. Para penderita seperti Elle Macpherson, Elizabeth Taylor, dan Ben Affleck misalnya, pada umumnya bisa menderita sakit kepala tersebut hingga belasan tahun lamanya. Penderitaan yang dialami biasanya diredakan lewat obat-obatan dari dokter. Namun, sebuah berita gembira muncul. Hanya dengan memperhatikan pola makan dan mengadakan sedikit perubahan terhadap gaya hidup, Anda bisa mengurangi frekuensi kambuh. Ingin tahu 'obat' (tanpa obat) apa yang bisa mulai Anda 'konsumsi' sekarang? Yuk kita simak bersama. 1. Hindari pemicunya Migrain, sama seperti penyakit lainnya, takkan muncul begitu saja tanpa penyebab yang jelas. Mulai sekarang, mari perhatikan tiap pola serangan yang datang. Pemicu migrain pada umumnya adalah merokok (karena nikotin dapat mempersempit pembuluh darah dalam otak), terlalu berlebihan dalam beraktivitas atau berolahraga, stres, perubahan jam/ pola tidur, sakit kepala, leher, hingga masalah gigi. Jika di antara deretan pemicu itu ada yang menjadi bagian dari gaya hidup Anda, maka kini saatnya untuk memperbaikinya. 2. Kafein...kafein... Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa membuat pembuluh darah sekitar otak mengerut sehingga memicu timbulnya migrain. Batasi konsumsi kafein tak lebih dari 300 mg per hari, agar migrain tak kambuh. 3. Hati-hati dengan zat pengawet Banyak penderita sensitif terhadap berbagai zat aditif seperti MSG, aspartam, tartrazine, sulfit, hingga sodium benzoat. Sebaiknya, hindari makanan-makanan yang mengandung bahan-bahan di atas. 4. Khasiat 'permen' jahe Mengunyah jahe mentah bisa mengurangi rasa mual dan masalah pencernaan yang biasanya setia mengiringi gejala migrain. Selain itu, jahe tampaknya bisa memblokir efek prostaglandin, zat yang bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di otak dan memicu migrain. 5. Dongkrak level serotonin Beberapa studi menunjukkan, para penderita migrain memiliki kadar serotonin yang rendah dalam tubuhnya. Mengonsumsi makanan kaya protein seperti ayam, kalkun, telur, produk dairy, pisang, buncis, kurma, oat, nasi, gandum, kacang, dan biji-bijian bisa mendongkrak kadar serotonin. 6. Nikmatnya air Air tak hanya bisa melegakan dahaga, namun juga bisa menjauhkan migrain. Hal ini berkaitan dengan dehidrasi yang seringkali memicu terjadinya migrain. Perlu diketahui bahwa sebagian besar jaringan di area otak terdiri dari air. Jika asupan air minim, maka jaringan bisa menyusut, iritasi, dan terluka. 7. Hidup suplemen Ada beberapa jenis suplemen yang bisa mendongkrak produksi serotonin. Konsumsilah bila memang dapat membantu, hanya pastikan agar Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelumnya. 8. Ingat magnesium Rendahnya asupan magnesium bisa menghambat lancarnya aliran darah ke otak, juga menurunkan kadar gula dalam darah, dan keduanya berhubungan erat dengan serangan migrain. Sayuran hijau segar, sup tomat kental, biji-bijian, gandum, kacang-kacangan, kentang, oat, dan ekstrak ragi, semua daftar makanan tersebut mengandung magnesium. 9. Yoga Solusi bebas pil lainnya adalah lewat yoga. Selain mampu meredakan stres dan mengurangi berbagai rasa sakit, beberapa posisi dalam yoga bisa mengurangi sakit leher dan bahu. Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup, maka bukan tidak mungkin bagi para penderita migrain untuk sembuh. Semua tergantung Anda. (vem/meg)