Vemale.com - Apakah selama ini Anda sering menduga-duga, apakah seorang anak yang orang tuanya memiliki kebiasaan buruk, bahkan reputasi jahat, maka akan menurunkan sifat yang sama pada anak-anak mereka? Fakta dalam masyarakat, bisa iya, bisa tidak. Tentunya hal ini telah sekian lama menjadi bahan penelitian para ilmuwan. Jika para orang tua bisa mewariskan banyak keahlian dan kebiasaan baik, bagaimana dengan kebiasaan buruk atau perilaku kriminal?
Pengaruh Gen Atau Lingkungan?
Tim kami mengambil sebuah artikel mengenai permasalahan ini yang ditulis dalam Scientific American. Dalam artikel tersebut, Daniel Lametti, seorang ahli syaraf di McGill University. Beliau menuliskan bahwa perdebatan mengenai kebiasaan buruk/jahat pada manusia telah mengalami perdebatan, apakah memang dapat diturunkan oleh gen atau menjadi tanggung jawab dari pengaruh lingkungan.
Sejak tahun 1960, para psikologis menemukan fakta bahwa anak-anak yang mengalami kekerasan lebih rentan untuk melakukan tindak kejahatan setelah mereka beranjak dewasa. Meskipun demikian, sebagian besar anak yang mengalami kekerasan yang sama tidak menjadi pelaku kriminal dan tumbuh seperti manusia normal. Apakah ini tandanya bahwa kejahatan mereka akibat gen yang diwariskan?
Apakah Gen Kejahatan Bisa Diturunkan?
Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 di temukan sebuah variasi tertentu pada sebuah gen yang diprediksi sebagai pencetus kecenderungan pribadi antisosial pada tubuh pria dewasa dan dapat menimbulkan kecenderungan untuk menganiaya anak-anak. Gen tersebut mengatur pengeluaran enzim yang disebut monoamine oxidase A (MAOA), di mana pada jumlah yang rendah akan menyebabkan perilaku agresif saat diberikan pada tikus.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak terlantar dan memiliki variasi gen MAOA tingkat rendah lebih memungkinkan untuk mengembangkan gangguan kepribadian antisosial, melakukan kejahatan dan tumbuh dengan kecenderungan akan melakukan tindak kekerasan. Tetapi mereka yang tinggal di lingkungan yang sama dan menghasilkan enzim MAOA justru jarang berkembang menjadi manusia yang jahat.
Bagaimana Dengan Psikopat?
Psikopat adalah sosok manusia antisosial yang lebih menyeramkan lagi akibat gangguan kejiwaan. Diam, tenang, pandai bertutur kata tetapi lebih sadis dan tidak segan menghabisi orang-orang yang tidak mereka suka demi kesenangan belaka, dan mereka sadar sepenuhnya atas perbuatan jahat itu. Bukankah hal tersebut sangat menyeramkan? Bagaimana hasil penelitian terhadap para psikopat? Apakah mereka juga bisa menurunkan gen jahat tersebut?
Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2010, ditemukan bahwa faktor yang menyebabkan kecenderungan psikopat pada remaja adalah rendahnya sumber daya ekonomi, dalam hal ini adalah faktor kemiskinan. Para ilmuwan yang melakukan penelitian ini menemukan bahwa para remaja yang memiliki variasi gen lain, ditemukan bahwa kadar serotonin dapat didaur ulang di otak, di mana hal ini berkaitan dengan sikap permusuhan pada anak-anak yang mengarah pada tanda psikopat.
Dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku jahat, pembunuhan masal, perampokan dan psikopat dapat terjadi karena gabungan antara interaksi antara gen dan pengaruh lingkungan. Jadi, tidak semua anak yang memiliki orang tua 'bermasalah' akan tumbuh menjadi manusia yang 'bermasalah' juga. Demikian sebaliknya, sekalipun memiliki gen baik, tetapi bila keadaan lingkungan tidak baik, maka kecenderungan untuk menjadi manusia yang jahat akan timbul. [initial]
Tidak Semua Lemak Itu Jahat (vem/wsw)
What's On Fimela
powered by