Umur 'Kadaluwarsa' Sebuah Tato

FimelaDiterbitkan 04 Juni 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Sejak para artis mulai terang-terangan membuat tato dan menjadikannya suatu tren, tato berkembang menjadi salah satu item fashion yang mempercantik penampilan. Kabarnya sih tato bersifat permanen, tidak bisa hilang tanpa treatment laser sehingga bisa menjadi 'aksesoris' abadi. Benarkah demikian? Seperti halnya tren yang lain, tato ternyata punya masa 'kadaluwarsa' juga. Sebuah studi membuktikan untuk pertama kalinya bahwa desain tato akan memudar seiring 'kanvas' kulit manusianya menua. Ian Eames, seorang peneliti bidang mekanika fluida di University College London telah menciptakan model matematika yang bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan partikel tinta tato seiring waktu. Tidak hanya itu, Eames juga menemukan ide bagaimana agar sebuah desain tato bisa bertahan lebih lama. Tinta tato adalah larutan dari partikel yang tidak larut air, seperti merkuri, lead, cadmium dan juga besi, yang diinjeksikan di bawah kulit menggunakan jarum. Lama kelamaan, tinta ini menjadi terdispersi seiring dengan sel yang disusupi tinta mati, terpisah dan lepas dari tubuh. Jenis kulit, umur, ukuran, paparan sinar matahari dan jenis tinta yang digunakan mempengaruhi bagaimana sebuah tato akan hilang seiring dengan waktu, jelas Eames. Dengan demikian, tato memang terlihat tidak hilang, namun sedikit demi sedikit bentuknya tidak lagi presisi dan indah sebagaimana pertama kali dibuat. Detail-detail kecil di tato akan hilang duluan, sedangkan garis-garis yang bold lebih sulit untuk hilang. Eames menyimpulkan, rata-rata sebuah tato akan menjadi tidak jelas lagi setelah 15 tahun dibuat. [initial] Tato lipstik yang tidak sakit Tato yang satu ini, bisa dipakai dan dilepas kapan saja Tips dan trik gaya dengan biker jacket (vem/miw)