Pria Ingin Anda Cium Di Publik

FimelaDiterbitkan 27 Juni 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Ayo ucapkan tiga huruf ini bersama-sama: P - D - A. Anda harus memasukkannya ke dalam kamus, karena PDA, atau Public Display Affection, tengah menjadi topik hangat di kalangan pakar relationship. Memang awalnya, aksi 'bermesraan di depan umum' ini dianggap vulgar dan tidak sopan. Siapa sih yang mau melihat sepasang love birds 'bersilat lidah' di area terbuka? Bahkan mungkin Anda sendiri pernah mendapat teguran dari seseorang, 'Heeeey, get a room!' Tapi eksperimen terbaru dari Universitas Harvard menyarankan kalau Anda harus mulai menerapkan aksi ini dalam relationship, tak peduli berapa lama hubungan telah berjalan. Para peneliti menemukan kalau pasangan yang rajin menunjukkan afeksi di hadapan orang lain (remasan tangan, sentuhan lembut - bukan yang ekstrem), memiliki jalinan cinta yang lebih kuat dan memuaskan, dibandingkan pasangan yang bersikap 'dingin' di depan umum. Dan meski Cosmo tahu kalau semua ini Anda sudah lebih agresif dengan gestur romantis seperti bergandengan tangan dan mencium dahi, studi menyatakan kalau pria juga sebenarnya ingin lebih banyak PDA dalam hidup mereka. "Mendapatkan afeksi dari seorang wanita membuat pria merasa spesial, dan ada tambahan excitement saat ia tahu ada orang lain yang melihat," tutur Scott Haltzmant MD, penulis The Secrets of Happily Married Women, "rasa excitement inilah yang membuat hubungan Anda senantiasa fresh." Selain itu, para ahli juga menyatakan kalau ada beberapa tipe PDA yang menyampaikan pesan berbeda-beda. Dan artikel ini akan menjelaskan setiap detail yang perlu Anda tahu (dan terapkan), right about now. Anda memulai hubungan dari tahap honeymoon; selalu excited untuk bertemu, dan tak pernah bisa berhenti menyentuh satu sama lain, bahkan di depan publik. Tapi seiring waktu berlalu, kebiasaan ini pun memudar. "Tak peduli berapa lama Anda telah menjalin relationship, PDA akan selalu memberikan perasaan seolah Anda dan pasangan 'baru jadian'," kata psikolog Terri Orburch, PhD, penulis 5 Simple Steps to Take Your Marriage From Good to Great. Sensasi ini penting, kata Terri, karena PDA membuat semua terasa playful, otomatis menjadi obat dari problem-problem yang muncul seiring waktu. Satu lagi alasan untuk lakukan PDA: hormon! Anda mungkin sudah baca di Cosmopolitan kalau oksitosin (cuddle hormone) memiliki peran sangat penting untuk menjaga kekuatan jalinan cinta. Menurut Les Parrot, PhD, penulis L.O.V.E, menunjukkan rasa cinta pada pasangan di depan orang lain akan meningkatkan hormon oksitosin lebih banyak dibandingkan saat Anda melakukannya di rumah sendiri. Lalu, ada juga efek kasih sayang, atau adoration factor. Menurut Dr. Scott, "PDA berarti 'menayangkan' pada sekitar kalau Anda 'punya' seseorang dalam hidup Anda, dan hal ini membuat Anda berdua merasa spesial." Dan pikirkan ini: ketika Anda berada di tengah kerumunan orang banyak, Anda dan pasangan justru fokus dengan ekspresi cinta antara satu sama lain, menghiraukan apa pun yang terjadi di sekitar. Isn't that the point of everything? Oke, jadi sekarang Anda sudah mengerti kalau PDA membuat Anda dan pasangan semakin intim. Tapi para ekspert berkata kalau sekadar pawing-and-groping saja tidak cukup. Pria lebih suka tipe PDA yang halus (Anda pasti pernah melihat pria spontan menjauh ketika pasangannya mencoba memberi ciuman di tempat umum, kan?). Faktanya, mengelus dan menggaruk, yang tadinya Anda pikir akan mengganggunya, malah membuatnya nyaman! Maka berikut tipe PDA yang disarankan oleh para ekspert, sesuai dengan 'pesan' yang ingin disampaikan. Satu: actions that show love. Ini adalah sentuhan-sentuhan seperti menjalankan jemari-jemari tangan Anda ke atas ke bawah di atas tangannya saat Anda tengah mengantre tiket bioskop, menggenggam tangannya ketika Anda berjalan berdampingan, atau berdansa di tengah pernikahan sahabat. Anda juga bisa mengusap-usap tangannya saat sedang makan malam bersama teman-teman, atau memijat lembut lehernya ketika berada di dalam bioskop. Sentuhan-sentuhan ini begitu lembut dan mengirimkan pesan kalau Anda merasa bahagia berada bersamanya, tapi Anda tak mau buru-buru melepaskan semua pakaiannya. Pusatkan perhatian pada area sensitif seperti tangan, dahi, dan leher, maka ia akan merasa terbuai dengan perlakuan Anda. Tapi, jangan batasi PDA pada sentuhan saja. Karena menurut Jan Hoistad, PhD, penulis Romance Rehab, PDA bisa verbal dan physical. Membisikkan ke telinganya, "I'm so lucky to have you," memiliki efek yang sama kuatnya dengan menyentuh tubuhnya. Dua: moves that show support. Tujuan dari aksi ini adalah membuat setiap pasangan merasa solid. Bahkan sebesar apa pun stres yang menghadang, Anda dan si dia akan selalu menjadi sandaran bagi satu sama lain. Remas tangannya sebelum ia bertemu orang tua Anda. Atau saat Anda menemani pasangan makan malam dengan kolega-kolega seniornya, letakkan tangan Anda di punggungnya, dan tekan untuk beberapa saat. Sentuhan singkat (tapi kuat) ini menyimbolkan kalau Anda selalu ada untuknya, tanpa harus bersikap cheesy. Dan juga, sentuhan fisik yang kuat dari orang yang Anda cintai akan membuat tubuh merasa relaks, dan memacu produksi hormon yang mampu menghilangkan pressure dan kekhawatiran. Jika suasana memang memungkinkan, Anda mungkin bisa berkata begini di depan koleganya: "Kalian semua tahu, tidak? Pria ini selalu berhasil membuat saya kagum." Yang terakhir dan terpenting: act that show lust. Hmmm, Anda mungkin sudah ahli dalam hal ini ya? Aksi-aksi seperti menempelkan tubuh Anda padanya saat sedang memilih barang di supermarket, diam-diam menyentuh lingkar pinggang yang menyembul dari balik celana pendeknya, dan mengelus-ngelus paha dalamnya saat sedang duduk bersebelahan di restoran. Manuver-manuver seperti inilah yang paling ampuh dalam mendatangkan perasaan exciting, wild, dan very-in-the-moment. Saran Cosmo: iringi aksi dengan ucapan, "Celana ini bikin bokong kamu terlihat seksi deh" atau "Aku tidak sabar ingin mencium kamu". Jika si dia selalu menolak aksi PDA, that's okay. "Beberapa pria tidak melihat orangtua mereka saling menyentuh satu sama lain di depan mereka, dan kita punya kecenderungan meniru apa yang kita lihat sejak kecil," kata Jan. Jadi, mulailah pelan-pelan. Coba manuver halus seperti menaruh tangan Anda di atas lututnya ketika sedang hang out bersama sahabat, atau melingkarkan tangan di pinggangnya ketika Anda memberikan pujian yang layak ia dapatkan, seperti, "Terima kasih sudah mengganti ban mobil aku ya, baby." Untuk banyak pria, hal-hal seperti ini tidak dianggap PDA, jadi lama-lama ia akan terbiasa untuk menunjukkan cintanya pada Anda di publik. You'd love that, right? [initial] Source: Cosmopolitan Edisi Juni 2011, Halaman 182 Provided by:
(Cosmo/wsw)
What's On Fimela