Jangan Puji Anak Anda 'Cantik'

FimelaDiterbitkan 18 September 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Memiliki anak perempuan yang mulai tumbuh, dengan wajah molek dan baju-baju lucu, setiap mata memandang pasti akan mengatakan betapa cantiknya anak Anda. Apalagi Anda sendiri, setiap menyisir rambutnya tanpa sadar pujian-pujian meluncur dari mulut Anda. Ya, ini normal. Namun para ahli meneliti efek jangka panjangnya dan menyarankan untuk tidak memuji anak perempuan Anda cantik. Dikutip dari Daily Mail, Lisa Bloom, penulis buku Think: Straight Talk For Women To Stay Smart In A Dumbed-Down World mengatakan obsesi para ibu memuji penampilan anak perempuannya justru memberi pengaruh buruk terhadap bagaimana anak itu nanti menilai dirinya sendiri. Dengan pujian itu, secara tidak langsung Anda menanamkan bahwa penampilan lebih penting daripada hal-hal lainnya. Anda tentu sering mendengar si kecil tidak mau memakai baju ini, atau tidak mau menyisir rambutnya begini, karena takut terlihat jelek. Atau sebaliknya, dia ingin memakai ini dan itu agar terlihat cantik di depan teman-temannya. Jika sudah sampai pada tahap ini, sebaiknya Anda berhenti bicara tentang penampilan-penampilan-penampilan, dan mulai mengarahkan perhatian anak Anda pada keterampilan lain yang bisa dia kembangkan. Hal ini serius, karena sebagian besar remaja saat ini menempatkan kecantikan dan body image menjadi prioritas mereka di usia yang sangat belia. Survei yang diadakan oleh BBC baru-baru ini menemukan bahwa enam dari 10 remaja putri usia 8 hingga 12 tahun berpikir mereka akan lebih berbahagia jika memiliki tubuh yang lebih kurus. Sebuah penelitian oleh Girl Guiding di Britania Raya juga menemukan bahwa para gadis di bawah 10 tahun sering menghubungkan kebahagiaan dengan tubuh mereka. Bahkan jumlah remaja yang melakukan operasi payudara dikabarkan meningkat 150 persen dari tahun ke tahun. Wanita memang memiliki naluri yang kuat soal bersolek, namun harus diseimbangkan dengan performa yang lain agar putri Anda tidak hanya memiliki outer beauty, namun juga inner beauty. Beri pujian tentang kemampuan akademis, kepintarannya bermain piano, kelincahannya saat berenang dan kebaikan hatinya menolong orang lain. Ketika ada orang yang melontarkan pujian betapa cantiknya dia, Anda bisa menambahkan bahwa putri Anda pintar berenang dan keterampilan lainnya. Biasakan hal itu dalam keseharian keluarga, sehingga anak mengerti bahwa seseorang tidak dipuji hanya karena penampilannya saja. Dia akan mengerti bahwa Anda lebih bangga ketika dia berprestasi daripada sekedar tampil cantik. Next time, ketika bertemu dengan kenalan yang mengerti ketrampilan anak Anda, orang ini juga akan menanyakan hal selain penampilan. Seperti, 'bagaimana kursus pianomu, sudah bisa main lagu apa? Bagaimana hasil raportmu kemarin?', ini baik untuk pengembangan pribadi anak Anda. So, mulai sekarang biasakan untuk memuji hal-hal selain kecantikan! (vem/miw)