Pertolongan Pertama Jika Digigit Hewan

FimelaDiterbitkan 07 Oktober 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Gigitan dari hewan peliharaan sering tak terhindarkan dan terjadi tiba-tiba. Anjing lebih sering menggigit ketimbang kucing. Gigitan kucing bisa lebih menyebabkan infeksi. Berbagai macam penyakit dapat disebarkan melalui gigitan dari hewan. Sehingga jika ada orang di sekitar kita yang digigit hewan, setidaknya kita harus bisa melakukan sesuatu guna menanggulangi keadaan itu. Seperti dikutip dari mayoclinic, pertolongan pertama yang dibutuhkan jika seseorang tergigit seekor hewan antara lain adalah berikut. Luka gigitan ringan Jika gigitan hewan meninggalkan tanda di kulit dengan hanya sedikit luka dan tak ada kemungkinan bahaya rabies, maka tanganilah seperti layaknya menangani luka ringan. Cuci luka itu dengan sabun dan air. Gunakan krim antibiotik untuk mencegah infeksi, kemudian tutupi luka itu dengan perban yang bersih. Luka gigitan yang dalam Jika gigitan menyebabkan luka di kulit atau mengoyak kulit dan menimbulkan pendarahan parah, tekanlah luka itu menggunakan kain bersih yang kering guna mencegah pendarahan. Setelah langkah awal menghentikan pendarahan itu, kemudian segeralah hubungi rumah sakit terdekat atau dokter. Gigitan yang menyebabkan luka infeksi Jika Anda mengetahui tanda-tanda infeksi seperti, pembengkakan, nyeri dan kemerahan, segeralah hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Luka gigitan hewan yang terindikasi rabies Jika Anda menduga gigitan disebabkan oleh hewan yang mungkin membawa virus rabies, segeralah hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Hewan yang diduga membawa virus rabies adalah liar atau binatang peliharaan yang status imunisasinya tidak diketahui. Dokter menyarankan bahwa hal itu harus mendapatkan sebuah suntikan tetanus-diphtheria setiap sepuluh tahun. Gigitan dari hewan peliharaan maupun liar yang tak terimunisasi membawa risiko penyakit rabies. Rabies biasanya lebih sering diperoleh dari rakun, bajing, rubah dan kelelawar ketimbang kucing dan anjing. Sedangkan kelinci, tupai atau binatang pengerat lainnya, jarang membawa virus rabies. (ant/miw)