Waspada Remaja Kecanduan Handphone

FimelaDiterbitkan 12 Oktober 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Pasalnya, putrinya yang mulai mengenal dunia teknologi itu benar-benar telah ketagihan oleh kecanggihan handphone. "Putri saya yang berumur 14 tahun telah kecanduan bermain handphone, terlebih saat di ber-sms ria dengan para temannya." Kondisi ini tentu saja meresahkan seluruh pihak keluarganya. Bagaimana tidak, di setiap saat dan waktu, gadis belia itu tidak pernah terlepas dalam berkomunikasi dengan handphonenya. Apalagi jika dia saling mengirim pesan dengan teman-temannya, hal ini akan membuatnya lupa dengan segala sesuatu di sekitarnya. Sesungguhnya, pencegahan kecil seperti melarangnya untuk berhenti SMS sudah pernah dilakukan oleh sang ibu. Pun begitu, dia selalu mempunyai cara untuk tetap melakukannya. Bahkan, ibu tersebut merasa jika sang anak kini telah berubah menjadi sosok yang berbeda. Seolah anaknya telah memiliki dunia sendiri, dan melupakan dunia bersama keluarganya. Tak ayal, hal ini membuat sang ibu merasa kelabakan dengan tingkah laku putrinya. Keluarganya pun menjadi sangat khawatir, karena jika hal ini berlanjut, dapat membuat sang anak lupa jati dirinya sebagai seorang gadis yang masih belia. Seorang konsultan mengatakan, banyak gadis belia yang berumur sekitar 12 hingga 15 tahun akan merasa tersanjung dengan perlakuan para temannya saat berkomunikasi melalui handphone. Maksud penjelasan di sini ialah, anak akan merasa dirinya diterima di masyarakat luas, yang juga mungkin masih baru baginya. Sehingga, perlakuan yang dianggapnya istimewa tersebut membuat dia akan terus mencari-cari keasyikan lain melalui handphone. Pada saat dia mengirim pesan, dia akan merasa bahwa itu adalah bagian dari rahasia kecil antara dia dan temannya. Respons yang diberikan teman saat berkomunikasi melalui pesan teks, membuat remaja kebanyakan merasa bahwa hanya para temannya yang paling mengerti tentang dirinya. Proses ini, seharusnya tidak bisa dibiarkan terjadi, karena rasa nyaman terhadap teman yang terlalu berlebihan, dapat membuat anak membentengi diri dari keluarganya. Untuk mencegahnya terjadi, sebagai keluarga Anda harus memulai pendekatan terhadap anak sejak dini. Awali dengan menanyakan hal-hal apa saja yang telah terjadi di sekolahnya. Ingat, jangan pernah membentak dan bertindak kasar padanya, hal ini akan membuatnya merasa tidak dihargai dan tidak nyaman. Mungkin dengan sedikit menggodanya, tanyakanlah siapa seseorang yang telah memikat hatinya. Sementara itu, jangan lupa untuk tetap memberikan pengertian bahwa Anda dan keluarga benar-benar peduli tentang segala sesuatu pada dirinya. Lakukan pendekatan secara bertahap, buatlah anak merasa bahwa Anda pun dapat menjadi pendengar yang baik baginya. Setelah Anda mulai mendapat perhatiannya, berikan pengertian kepadanya betapa pentingnya keluarga bagi dirinya. Mungkin Anda dan yang lain dapat bekerjasama untuk meminimaliskan kegiatan komunikasi Anda melalui handphone. Bukan hal yang tepat, jika Anda melarangnya bermain handphone, namun Anda sendiri terlihat sibuk dengan handphone. Tahap terakhir yang harus Anda lakukan yakni, memulai peraturan-peraturan kecil terhadap waktu penggunaan handphone. Terapkanlah sistem komunikasi keluarga, di mana saat dia bersama keluarga, handphone tak lagi boleh berada di dekatnya. Seperti saat keluarga akan pergi ke suatu tempat, rayulah dia untuk meninggalkan handphone di rumah. Atau mungkin, Sabtu - Minggu adalah hari keluarga berkumpul, dan pemakaian handphone hanya boleh tidak lebih dari tiga jam. Jika Anda dan keluarga dapat bekerja sama tanpa adanya pemaksaan, anak akan merasa nyaman dan lebih diterima dalam keluarganya. Hal ini tidak akan membuatnya mencari perhatian-perhatian lain di luar rumah. (vem/io/bee)
What's On Fimela