Glee’s Blonde Bombshell

FimelaDiterbitkan 02 Desember 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Hal pertama yang Cosmo tangkap dari Dianna Agron adalah betapa berbedanya ia dari Quinn–heerleaderc cantik dan bitchy yang ia perankan dalam serial GLEE. Rambutnya yang sebahu berwarna pink. Dan sementara sang Cheerio lebih menyukai dress yang feminin, saat Dianna mengajak Cosmo ke dalam kamar hotelnya di Vegas di mana ia sedang beristirahat dari latihan untuk konser Glee Live!, ia mengenakan yoga pants Lululemon Athletica berwarna hitam dan kaos santai dengan gambar ikan paus. Tentu saja, banyak aktris yang sama sekali tidak seperti apa yang mereka perankan di film. Namun dengan Dianna, cukup sulit untuk menebaknya. Ia baru beberapa kali diwawancara dan jarang muncul di tabloid, jadi satu-satunya cara untuk mengenalnya adalah melalui karakter yang ia perankan. Sekarang semakin jelas, bahwa ini adalah salah satu strategi yang ia ambil. Berbincang mengenai season terbaru dari GLEE, Dianna tampak sangat bersemangat, terlihat senyuman dan gerak-gerik yang sangat antusias. Namun ketika pertanyaan berganti pada hal yang lebih personal, tingkat energinya tampak menurun. Sebelum Cosmo sempat menanyakan mengapa, ia pun menjelaskan alasannya. “Sedih rasanya melihat orang seperti Lindsay Lohan,” ujarnya. “Ia ialah aktris yang luar biasa, namun lihat apa yang terjadi bila orang lain tahu terlalu banyak mengenai kehidupan pribadi Anda. Mereka mulai tidak mampu melihat Anda seperti sebelumnya secara profesional. Saya tidak mau hal tersebut terjadi pada diri saya.” Tapi ia mau mengerti, Dianna bersyukur dengan adanya para fans dan tidak ingin mengecewakan mereka. Sehingga akhirnya ia mulai sedikit lebih terbuka dan menceritakan mengenai masa kecilnya yang tidak biasa, bagaimana ia sukses di Hollywood, dan – meskipun singkat – kisah cintanya yang cukup misterius. Childhood Story Dianna ha, literally, a storybook childhood. Ayahnya seorang General Manager untuk sebuah hotel ternama, dan keluarganya tinggal di sebuah hotel suites. Tinggal di hotel membuatnya melihat banyak orang–sangat banyak yang masuk keluar hotel. Kehidupan saya sangat bahagia– ingga menjelang masa SMU. Ia menjelaskan bahwa saat berumur 15 tahun, ia mengetahui bahwa sang ayah mengidap sclerosis. “Cukup banyak perubahan yang terjadi setelahnya,” ujar Dianna. “Di umur tersebut, Anda tidak melihat mortalitas pada orangtua Anda.” Penyakit ini kemudian membuat orangtuanya memutuskan untuk berpisah. Hal ini sangat menyedihkan bagi Dianna dan sang adik. “Saya harus berperan sebagai terapis untuk keluarga saya...menjadi perekat.” Ia berhenti sejenak, kemudian berkata, “Sepertinya saya belum siap membicarakan mengenai beberapa hal tersebut.” Suaranya mengecil, hampir berbisik, namun dari matanya kami tahu ini saatnya mengganti subyek obrolan. Kami mengganti topik pembicaraan ke akting, dan ia pun tampak lebih relaks. Ia menyadari akan adanya passion untuk berakting setelah beberapa kali ikut dalam school play. Setelah lulus, ia pun menyampaikan pada orangtuanya bahwa ia akan pindah ke Los Angeles untuk serius berakting. Meski kebanyakan orangtua tidak melihat ini sebagai suatu keputusan yang terbaik, namun keluarganya cukup mendukung. “Saya anak paling tua, dan selalu memiliki pembawaan I’m-just-going-to-do-this,” katanya. “Orang tua saya tidak pernah mempertanyakan keputusan yang saya ambil, karena saya tidak pernah benar-benar gagal melakukan sesuatu.” Setelah lebih dari setahun, akhirnya ia memperoleh peran pertamanya–peran pendukung dalam serial VERONICA MARS, yang dibintangi oleh salah satu role model-nya, Kristen Bell. Get Her To The Gleek Meski Dianna hanya muncul dalam beberapa episode saja, namun baginya keramahan Kristen sangat mempengaruhinya. Ternyata Dianna juga membuat Kristen terkesan dengan pembawaannya yang hangat namun berhati-hati. “Seharusnya Dianna hanya muncul sekali, namun ia bermain dengan baik dan memorable sehingga mereka memunculkannya kembali,” jelas Kristen. “She’s unintentionally graceful. Ia sangat ramah, namun memiliki kualitas tersembunyi. Seolah ia belum memperlihatkan seluruh kartunya pada Anda.” Untuk dua tahun berikutnya, ia muncul dalam beberapa TV shows sebelum akhirnya berhasil dalam audisi yang diadakan oleh Fox untuk episode perdana GLEE. “Saya sangat bersemangat untuk dapat mengikuti audisi,” ujarnya, “tapi saya menyadari bahwa mereka mencari seorang penyanyi Broadway, dan sepertinya itu bukan saya.” Ia tahu bahwa kebanyakan yang mengikuti audisi akan menyanyikan lagu populer, jadi ia memutuskan untuk membawakan sesuatu yang lebih samar dan jazzy. “Saya sangat gugup sehingga saya menyanyikan lagu dengan satu oktaf lebih tinggi dari yang seharusnya,” katanya sembari tersenyum. “Tapi hal tersebut malah bermanfaat, karena membuat suara saya terdengar lebih girlie, and that’s how Quinn is.” Beberapa hari kemudian, sang produser memanggilnya kembali dengan satu permintaan: mereka menginginkan rambutnya diluruskan (ia tampil dengan rambut wavy yang natural saat audisi pertama), sepertinya untuk melihat apakah ia mampu berubah menjadi sosok Quinn yang chic. “Saat itu saya baru menghadiri sebuah audisi dan tidak ada kesempatan untuk pulang ke rumah,” ingatnya. “Jadi saya membawa straightener dan mengunci diri di dalam toilet Starbucks untuk meluruskan rambut. Saya berpikir, ‘Kamu bisa melakukannya! Kamu pasti akan memperolehnya!’” Kenyataannya ia berhasil, Dianna berjalan masuk ke studio dan diberikan beberapa lembar kertas untuk diisi. “Kemudian seseorang dari bagian casting datang dan berujar, ‘Selamat Anda mulai kerja dalam dua hari.’ Saya bersorak kegirangan. Saya pikir saya sedang bermimpi!’” Sejak mendapatkan peran ini, Dianna juga sukses muncul dalam tiga film lain: BURLESQUE, THE HUNTERS, dan I AM NUMBER FOUR. Film ini memberikan transisi sempurna menuju kisah cintanya. Love Protection Dianna menjadi pusat perhatian papparazi di awal tahun ketika tabloid mulai berspekulasi mengenai kedekatannya dengan lawan mainnya dalam film I AM NUMBER FOUR, Alex Pettyfer–mereka bahkan digosipkan telah bertunangan! Ada rumor bahwa temperamen pria ini berkontribusi pada putusnya hubungan mereka. Jadi Cosmo pun bertanya apa hal tersebut benar, meski kami tahu bahwa ada kemungkinan ia tidak mau menjawabnya. “Kami bahkan tidak pernah mengkonfirmasi hubungan tersebut. Apa ada fakta bahwa kami bersama atau tidak?” tantangnya. Oke, harus diakui bahwa kami tidak tahu kebenarannya. “Tidak ada foto yang memperlihatkan kebersamaan kami, tidak ada sumber yang terpercaya, tidak ada apapun!” Tapi daripada bicara mengenai hal yang sudah lewat, membuatnya semakin protektif, kami pun pindah ke masa kini. Dianna berujar bahwa ia tidak masalah menjadi wanita yang single. Ia dapat pergi ke bioskop sendiri atau menikmati waktunya di Paris seorang diri. Namun bukan berarti ia tidak ingin berjumpa dengan seorang pria; ia hanya ingin pria tersebut memiliki beberapa kriteria yang ia cari. “Saya mencari kejujuran, integritas, dan kemampuan untuk menjadi diri sendiri,” jelasnya. Lalu Dianna menambahkan, “Dalam sebuah hubungan, sangat jelas terlihat bila seseorang menahan diri dan insecure, dan hal ini berbahaya untuk dijalani. Rasa cemburu adalah salah satu hal yang sudah pernah saya hadapi. Saat ini, bila melihat hal tersebut, saya akan berlari. Berlari dengan cepat. Because it will always be bad.” Tak lama ia minta maaf karena harus segera pergi, ia harus mengikuti rehearsal dan tidak boleh terlambat. [initial] Source: Cosmopolitan Edisi November 2011, Halaman 56 (Cosmo/wsw)
What's On Fimela

Tag Terkait