Keindahan Koleksi Busana Tenun Garut Sebastian Gunawan

FimelaDiterbitkan 05 Juni 2012, 15:15 WIB

Vemale.com - Pada acara peluncuran produk sofa terbaru Moei di Moei Showroom (2/6), Sebastian Gunawan (Seba) bekerjasama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) menggelar sebuah mini show. Show ini merupakan sebuah hasil karya kolaborasi Seba dengan para penenun Garut untuk pertama kalinya.

“Orang mengenal Seba selalu dengan gaun-gaun internasional, padahal nggak juga. Saya dulu pernah mengerjakan koleksi dengan tenun Jambi. Bahkan waktu itu sempat dibawa ke Washington, ya kira-kira 2 atau 3 tahun yang lalu," ucap Sebastian dalam wawancara ekslusifnya bersama Vemale.

“Untuk koleksi kali ini sebenarnya saya diajak oleh CTI untuk mengangkat tenun tenun Garut. Tenun Garut sebenarnya memiliki teknik tenun yang sangat baik,” jelasnya. Menurut Seba, tenun Garut memang tidak memiliki spesifik motif yang ikonik, tapi mereka lebih bermain dalam teknik yang cukup rumit dalam pengerjaannya. Macamnya pun beragam mulai dari ikat, tenun, sulam, dan lain sebagainya. Seba dibantu oleh seorang ahli tekstil yang tahu betul bagaimana menginterpretasikan segala idenya.


“Jika kita harus mengangkat tenun atau bahan tradisional itu jangan kita mengharapkan masyarakat luas itu menghargai bahan tradisional just the way it is. bentuknya harus dibuat lebih beragam dan fleksibel,” papar Seba.

Jika dilihat dari motif dan warna, kain tenun Garut dalam sisi warna dan motifnya masih terbilang standard, seperti warna-warna tua serta motif yang geometric yang cenderung kurang dinamis, Seba kemudian mengubahnya menjadi lebih berwarna dengan pilihan warna biru, turquoise, kuning, ungu pastel, pink. Motif bunga dihadirkan dalam ukuran besar menjadi keistimewaan yang menghias tenun.


Kerjasama bersama CTI telah berlangsung selama hampir 8 bulan. Dalam prosesnya, Seba mengaku telah beberapa kali datang langsung ke Garut, memberikan pengarahan pada pengrajin agar menghasilkan kain dengan tekstur yang diinginkan. Kesulitan lain di lapangan adalah dalam pencelupan warna, untuk mendapatkan warna yang cocok.

“Biasanya bahan tradisional memiliki motif dan warna yang sudah bagus, tetapi teksturnya masih kasar. Jika sudah seperti itu, agak sulit bagi desainer untuk berkreasi membentuk rancangan yang diinginkan,” ungkap Seba.

Menutup wawancara kami, Seba mengungkapkan bahwa ia ingin membentuk citra kain tradisional menjadi lebih ekslusif, dengan menghadirkan potongan gaun yang lebih kosmopolitan. Pada teorinya, Seba mengaku ingin memperkenalkan bahan-bahan tradisional pada level yang lebih ekslusif, hingga menurutnya jika nantinya ada yang ingin mengembangkan dalam sisi lebih non-formal akan lebih mudah. [initial]

Foto Koleksi Tenun Garut Sebastian Gunawan Selengkapnya

(vem/ana/yel)