Akhirnya Aku Menikah Dengan Pria Hebat, Walau Usiaku Tinggal 2 Bulan

Fimela diperbarui 24 Apr 2014, 12:30 WIB

Di kehidupan modern, rasa percaya pada cinta sejati makin luntur dari hari ke hari. Anda pasti sudah bosan dengan berita perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan sebagainya, seolah cinta sejati sudah mati dan terkubur di dalam lapisan kerak bumi paling dalam. Namun kisah nyata ini menjadi bukti bahwa cinta sejati masih ada, walau mereka tahu maut akan memisahkan.

Pasangan muda dari Taiwan ini baru saja menikah. Pernikahan mereka tidak diadakan di gereja atau taman bunga romantis, tetapi di sebuah rumah sakit di Taiwan.  Xiaoyan (22 tahun) dan Dayan (24 tahun) adalah sepasang kekasih saat mereka masih SMA. Keduanya berpisah saat akan melanjutkan kuliah, namun kembali bertemu saat usia Xiaoyan tinggal menghitung hari, dilansir oleh Rocketnews24.com.

Pada perjalanan selanjutnya, Xiaoyan diketahui menderita kanker perut sekitar sebulan yang lalu. Pemeriksaan menemukan bahwa kanker itu telah berkembang pada tingkat stadium empat. Dokter menyatakan bahwa kanker itu sudah menyebar ke usus, tulang panggul dan area lain. Bahkan, tim dokter menyatakan usia Xiaoyan tidak akan lebih dari 2 bulan lagi.

Bisa Anda bayangkan situasi ini? Seorang gadis muda yang masih bersemangat dengan hidupnya, tiba-tiba harus menerima fakta bahwa usianya tidak akan lama. Xiaoyan terus berjuang agar dia tidak kalah dengan penyakitnya, namun kanker itu terus menggerogoti tubuh gadis cantik ini. Di masa-masa kritis itu, Dayan kembali dalam hidup Xiaoyan.

Jodoh tidak akan jauh darimu,

sejauh apapun kamu menghindar darinya.

Mungkin ungkapan itulah yang tepat untuk Xiaoyan dan Dayan. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, di kondisi yang tidak menentu dan penuh perjuangan, pria muda itu selalu ada di samping Xiaoyan.

"Maukah kamu menikah denganku?" tanya Dayan dengan wajah serius.

Xiaoyan tertawa mendengar pertanyaan itu. Dengan fakta bahwa usianya tidak akan lama, Xiaoyan tidak memikirkan pernikahan sebagai masa depannya.

"Tapi aku akan mati, waktuku tinggal dua bulan," balas Xiaoyan.

"Tidak apa-apa, aku akan merawatmu sampai hanya kematian yang memisahkan kita. Aku berjanji akan melakukannya," balas Dayan.

Dan ketika cinta yang tulus sudah berada di jalan yang tepat, apalagi yang akan mereka tolak? Xiaoyan menerima lamaran itu. Keteguhan dan ketulusan hati Dayan membuat seluruh rumah sakit mendukung pernikahan mereka. Pihak rumah sakit mengizinkan Xiaoyan dan Dayan menikah di sana. Bahkan, para perawat membantu menghias halaman belakang China University Medical Hospital dengan balon-balon merah muda.

Dengan didampingi 12 perawat sebagai pendamping pengantin, dihadiri beberapa keluarga, Xiaoyan dan Dayan menikah. Kesederhanaan pernikahan mereka tidak bisa menutup kebahagiaan mempelai. Tanpa gaun pengantin dan jas mewah, keduanya tampak menawan.  Xiaoyan tampak cantik memakai seragam sekolah, seolah mengenang kembali masa pacaran dahulu.

Saat ditanya, Xiaoyan mengaku sangat bahagia dan merasa diberkahi dengan kehadiran Dayan di sampingnya. Dayan menjadi salah satu kekuatan Xiaoyan di masa-masa sulitnya, termasuk bagi ibu Xiaoyan.

Selamat untuk Xiaoyan dan Dayan, semoga Tuhan memberikan jawaban terbaik untuk ketulusan hati dan cinta kalian berdua. Terima kasih sudah membagi kisah ini, agar kami tetap percaya bahwa cinta sejati itu masih ada.

(vem/yel)
What's On Fimela