Geger Makan di Warung Biasa Harus Bayar Satu Juta Rupiah

Fimela diperbarui 05 Sep 2014, 12:40 WIB

Traveling dan wisata kuliner memang merupakan hal yang menyenangkan. Tentunya kita akan memilih wisata kuliner yang enak di tempat yang ekonomis. Namun bukannya dapat harga yang ekonomis, seorang pengguna Facebook asal Indonesia, Dewi Kabisat Andriyani, ini malah meringis. 

Dalam akun Facebooknya, Dewi Kabisat menunjukkan bon makannya di sebuah warung yang mencapai harga sejuta. Dilihat dari bon makan yang tanpa label warung (ala restoran bonafit) dan pesanan yang terlihat wajar, terdapat nominal harga yang sangat melambung tinggi. 

 
Bila kebanyakan warung menetapkan harga nasi putih pada kisaran 8-10 ribuan, pada nota tersebut dua porsi (atau mungkin 2 bakul nasi) mencapai harga Rp 90 ribu atau per satuannya dibanderol Rp 45 ribu. Juga harga 3 porsi cah kangkung yang mencapai harga Rp 200 ribu, di mana warung lainnya kebanyakan memasang harga murah untuk menu sayur mayur. Cukup menguras kantong dan kabarnya membuat wanita ini dan keluarganya merasa shock. 
 
Menurut akun Facebook Dewi Kabisat, saat itu ia makan di warung sekitaran Anyer dengan membawa 10 orang anggota keluarganya. Bon tersebut kemudian difoto dan diposting di Facebook. Dewi memperingatkan pada semua orang untuk lebih hati-hati dalam membeli makanan di warung sekitaran Anyer. 
 
Nominal harga yang dianggap tidak masuk akal itu turut membuat rekan-rekan dan netizen lainnya terkejut. Dalam waktu kurang dari 24 jam, foto bon tersebut sudah dishare lebih dari 5000 kali di Facebook. Senasib dengan Dewi Kabisat, seorang pengguna salah satu forum terbesar di Indonesia dengan ID chapunkj, menceritakan pengalamannya makan di warung lesehan yang tampak sederhana namun membuatnya kehabisan lebih dari setengah juta rupiah. 
 
 
Sama seperti Dewi Kabisat, chapunkj juga memposting struk dan foto lokasi tempat ia makan yang kebetulan juga berada di Anyer. Dalam pengalaman chapunkj bulan Maret lalu, ibu penjual mengatakan bahwa harga ikannya sedang naik, sehingga harga makanan yang mereka pesan jadi melambung tinggi. 
 
Reaksi atas kedua kasus ini beragam, ada yang pro dan kontra. Namun pelajaran dari pengalaman Dewi Kabisat  dan chapunkj adalah untuk selalu bertanya sebelum membeli tentang harga makanan sekalipun Anda ada di warung sederhana, di manapun berada. Dengan demikian Anda tak akan merasa tertipu setelah membeli pesanan makan.
 
Jangan sampai hendak mencari makanan yang irit di kantong, tapi malah bikin kantong bolong. Semoga bermanfaat, Ladies. 
 
(vem/gil)