Lawan Takdir Dokter: Diperkirakan Meninggal Tapi Bayi Prematur Ini Tumbuh Sehat

Fimela diperbarui 06 Jan 2015, 11:00 WIB

Hampir semua wanita merasa sangat senang jika mengetahui dirinya tengah mengandung. Harapan besar tentu dimiliki setiap orang tua untuk segera menimang bayi sehat serta lucu. Namun tidak sedikit kandungan seorang wanita mengalami masalah dan mengharuskannya menggugurkan kandungan. Hal ini juga terjadi pada seorang wanita bernama Mhairy yang berusia 34 tahun. Ia bertahan demi menyelamatkan buah hati dalam kandungannya dimana ia terpaksa melahirkan bayinya di usia 25 minggu kehamilannya.

Dilansir dari metro.co.uk, peristiwa ini terjadi ketika Mhairy mengalami pecah ketuban pada usia kehamilan 20 minggu. Dokter yang memeriksanya menyarankan agar ibu ini menggugurkan kandungannya demi keselamatan dirinya. Namun ia dan suami yang bernama Paul 36 menolak karena mereka yakin bahwa janin dalam kandungannya bisa lahir selamat dan sehat.

Rumah sakit dan dokter yang menangani kasus ini mengatakan bahwa bayi dalam kandungannya tidak bisa tumbuh normal dan bahkan ia bisa mengalami cacat. Mhairy yang mendengar pernyataan tersebut tentu sangat terpukul. Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit dimana dokter menekankan bahwa ia harus melakukan operasi aborsi, ia tidak kembali ke rumah sakit.

Meskipun pihak rumah sakit telah melakukan panggilan melalui pesawat telepon pada Mhairy, ia tetap bertahan dan yakin bahwa janinnya baik-baik saja dan akan melahirkan 5 minggu kemudian. Pada usia 25 minggu wanita ini benar-benar melahirkan seorang bayi prematur dengan berat 1,6 ons. Bayi ini diberi nama Jet Morris Mhairy. Meskipun air ketuban pecah di usia kehamilan 20 minggu, Jet mampu bertahan di dalam rahim selama 5 minggu.

Di dalam rahim, bayi jet dideteksi mengalami kelainan pada plasenta previna dimana bentuk plasenta di berada di bawah bayi dan bisa menyebabkan pendarahan ataupun infeksi. Saat lahir di rumah sakit Portsmouth, dokter memperkirakan bahwa bayi mungil ini tidak akan hidup. Ia mengalami kelainan pada paru-paru dan memiliki masalah pada organ hatinya.

Namun usahanya untuk tetap hidup nampaknya sangat tinggi. Jet yang mengalami kelainan pada paru-paru dan hati ini masih bisa bertahan. Jet berada di rumah sakit dan dirawat di dalam inkubator khusus bayi prematur selama 5 bulan. Pertumbuhan dan perkembangan yang baik nampak dari tubuh Jet. Sehingga iapun dinyatakan sehat secara fisik maupun secara psikis dan boleh dibawa pulang untuk dirawat di rumah.

Saat ini Jet telah berusia 1 tahun sejak kelahirannya dan nampak begitu sehat serta lucu. Ia menjadi bayi luar biasa yang melewati masa sulitnya sebagai bayi prematur dengan berbagai masalah baik masalah kesehatan paru-paru maupun organ hati. Semoga Jet tetap memiliki tumbuh kembang yang sehat meskipun ia adalah bayi prematur.

(vem/mim)