Tanamkan Dalam Diri Remaja Untuk Menjadi Dirinya Sendiri Sejak Dini

Fimela diperbarui 06 Feb 2015, 13:30 WIB

Ladies, masih ingatkan Anda saat mengalami masa remaja? Ya, tentu saja setiap orang pasti mengalami fase remaja. Dimana hal tersebut merupakan tahap perubahan luar dan dalam seseorang, dari anak-anak menuju dewasa. Biasanya, secara psikologis orang tersebut akan menghadapi beberapa situasi yang sulit di lingkungan pertemanannya seperti peer pressure.

Ajeng Raviando sebagai Psikolog menjelaskan bahwa peer pressure adalah tekanan yang terjadi pada teman sebaya. Seringkali remaja lebih memikirkan apa kata teman dibandingkan orang tuanya. Melihat kondisi ini sebenarnya memiliki arti dua sisi, yaitu negatif dan positif. Namun banyak orang yang mengkonotasikannya buruk.

"Peer pressure itu tekanan dari teman sebaya. Negatifnya dia bisa melakukan sesuatu yang nggak sesuai kemauan biar diterima di lingkungannya," tutur Ajeng saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan Kamis 5 Februari 2015.

Sedangkan positifnya, lanjut Ajeng, anak bisa mengikuti teman-temannya ketika mereka tergabung dalam kegiatan yang positif. Seperti ekstrakulikuler di sekolah.

Hal terpenting yang harus ditanamkan dalam diri anak adalah menjadi diri sendiri. Karena pada dasarnya, tekanan dalam lingkungan pertemanan didorong juga dari tekanan diri sendiri.

"Always be your self. Kadang kita menekan diri sendiri, kamu sendiri yang membuat itu. Kuncinya kita tidak perlu sensitif dengan kata-kata orang lain. Sebenarnya diri ini punya image sendiri sehingga punya penilaian masing-masing," tutup Ajeng dengan jelas.

Nah Ladies, sebagai orang tua yang bijak terus tanamkan kedalam diri anak Anda untuk menjadi dirinya sendiri bukan orang lain.

(vem/yun/chi)