4 Hal Yang Akan Terjadi Pada Kesehatan Ketika Berhenti Berhubungan Intim

Fimela diperbarui 04 Agu 2015, 18:40 WIB

Berhubungan intim adalah salah satu aktivitas penting dan selalu ada di dalam hubungan suami istri. Namun, tidak jarang aktivitas hubungan intim ini terhenti ketika pasangan berpisah karena alasan pekerjaan atau perceraian. Rupanya, tidak berhubungan intim ini memiliki dampak positif maupun negatif bagi kesehatan fisik maupun psikologis lho Ladies.

Dilansir dari laman prevention.com, berikut ini adalah beberapa hal yang akan terjadi pada kesehatan ketika seseorang berhenti dari aktivitas berhubungan intim. Simak baik-baik ya.

(vem/mim)
What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Merasa Lebih Cemas

Photo: Copyright Thnkstockphotos.com

Seorang peneliti dari Skotlandia menyebutkan jika ketika seseorang berhenti dari aktivitas hubungan intim, maka ia akan lebih rentan mengalami perasaan stres, cemas dan bahkan depresi. Peneliti ini juga mengungkapkan jika seseorang yang berhenti dari hubungan intim harus berjuang keras mengatasi situasi stres dalam dirinya.

Dibandingkan seseorang yang memiliki aktivitas berhubungan intim bersama pasangan secara teratur setidaknya 2 kali dalam seminggu, mereka yang berhenti dari aktivitas hubungan intim lebih rentan mengalami depresi dan cemas. Perlu kita tahu, saat berhubungan intim, otak merilis bahan kimia yang mendorong meningkatnya perasaan bahagia dan nyaman seperti endorfin maupun oksitosin.

3 dari 5 halaman

Pilek Dan Flu

Untuk mereka yang berhenti dari aktivitas hubungan intim dikatakan akan sangat rentan terhadap masalah flu dan pilek. Para peneliti di Wilkes-Barre University, Pennsyvania, Amerika Serikat mengungkapkan jika orang yang jarang memiliki hubungan intim akan lebih mudah terserang virus pilek dan flu serta virus lain yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti juga menyebutkan jika orang-orang yang memiliki hubungan intim rutin dan berkualitas, akan memiliki sistem immunoglobullin (IgA) yang baik di dalam tubuh. IgA sendiri merupakan salah satu imun yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari berbagai serangan virus terutama virus flu.

4 dari 5 halaman

Risiko Kanker Prostat Untuk Pria

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di American Urological Association menemukan bahwa, pria yang berhenti melakukan aktivitas hubungan intim bersama pasangan dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini memicu risiko kanker prostat yang lebih tinggi dalam dirinya.

Ketika berhubungan intim dan mencapai klimaks, hal ini membantu para pria memiliki organ intim yang sehat serta terjaga. Ejakulasi yang sering dari seorang pria dipercaya bisa menghapus zat berbahaya dari prostat dan organ intim sekitarnya.

5 dari 5 halaman

Risiko Disfungsi Ereksi Pada Pria

Pria yang berhenti dari aktivitas hubungan intim dikatakan akan lebih rentan mengalami disfungsi ereksi mereka.

Hasil penelitian yang diterbitkan di dalam American Journal of Medicine menyebutkan jika pria yang memiliki hubungan intim rutin setidaknya dua kali dalam seminggu akan lebih sehat dan jauh dari risiko disfungsi ereksi jika dibanding dengan mereka yang jarang melakukan hubungan intim atau bahkan berhenti berhubungan intim.

Ladies, itulah beberapa hal yang terjadi pada kesehatan ketika seseorang berhenti dari aktivitas hubungan intim. Selain hal di atas, beberapa hal lain yang terjadi adalah rasa tidak aman pada wanita dan perasaan tertekan serta bersalah pada pasangan.

Agar selalu sehat dan memiliki hubungan intim berkualitas, usahakan untuk melakukannya secara teratur bersama pasangan ya.